Karena Ku Sayang Kamu Part 1

Kim Hyeri POV

“Aku mau putus aja sama Kyuhyun”, aku mengadu pada sahabatku Lee Raneul.

“Halah! Kamu mah Cuma ngomong aja mau putus, mau putus.. Tapi mana buktinya? Putus enggak, pacaran juga enggak jelas. Bingung aku sama kamu Hyeri”

Aku mendongak sebal. Dasar Raneul ! Mulutnya kasar abis!

“Habis, waktu mau bilang. Tiba-tiba aja Kyu berubah jadi perhatian, romantis”, aku berusaha membela diri.

Raneul mendecak sebal. “Ini nih penyakit Seorang Kim Hyeri! Tidak tegaan! Mudah banget buat maafin pacar tidak jelas mu itu!”

“Raneul!”, aku berteriak marah. “Cukup! Aku curhat sama kamu minta nasihat! Kenapa kamu malah buat aku kesal?”

“Loh? Salah ya aku ngomong begitu? Itu kan fakta Hyeri sayang”, Raneul menepuk pundakku, lalu tangannya meraih foto Kyuhyun di meja belajarku. “Ini nih! Namja plin-plan, tidak dewasa! Aneh deh aku sama kamu! Apa bagusnya coba? Mukanya tidak cakep. Cakepan Siwon”, Raneul mulai membanggakan pacarnya.

Aku tarik paksa photo Kyuhyun dari tangan Raneul. “Biarin! Muka tidak cakep, tapi suaranya cakep abis!”

Raneul berakting seperti mau muntah.

“Arrrgh!! Raneul-ah!! Cebol!”, aku pukul-pukul mukanya dengan bantal guling.

“YA! Kim Hyeri! Apa-apaan sih? Appo…”

Aku bangkit dari kasur dan meraih samsungnya raneul. “Yoboseyo… Siwon-ah? Bisa jemput ra….”

“Ya! Lee Raneul!”, aku berteriak. Raneul meraih samsungnya dan pergi keluar kamar sambil memeletkan lidah ke arahku.

Cih! Percuma dia kesini. Tidak membantuku sama sekali!

Aku duduk di meja belajar, tanganku membelai foto Kyuhyun yang sedang tersenyum.

“Kyu… Aku bingung. Kenapa kau terlalu misterius buatku?”

………………………

“Mau aku jemput enggak chagi?”, suara Raneul terdengar genit. Aku jadi merinding. Cepat-cepat aku menolehkan kepala ke arah lain.

“Ne? Hyeri?”

Aku menatap Raneul, telunjukku tepat di depan dada. Raneul balas menatapku.

Lalu ia membuka mulutnya dan menghembuskan nafas. “Ne. Arasseo”, ia menutup flip ponselnya.

“Waeyo?”. Aku senggol bahu Raneul.

“Kau ada waktu malam ini?”

“Entahlah. Sepertinya tidak”

Raneul terlihat berpikir.

“Cebol, ada apa?”

Kedua bahunya naik ke atas, tanda tidak tahu. “Tadi Siwon bilang mau makan. Tapi kamu harus ikut”

Aku bingung. “Buat apa? Kan kalian yang mau makan? Kenapa aku harus ikut?”

“Itu dia! Aku juga enggak tahu! Entah lah! Gelap!”

Mataku membulat, gaya Raneul ini kalau udah cembokur alias cemburu.

“Aku tidak ikut! Kamu pasti tidak mau kan?”

Raneul mengangguk. “Hajiman… Siwon bilang kamu harus ikut. Apa maksudnya yaa?”

Aku diam. “Terlalu misterius”

………………

Sofa ruang tamu emang paling enak buat tidur.

“Hoaaahhmmm”

Mataku rasanya berat.

“YA! Babo! Jangan tidur di sini. Ada temanku yang mau datang”, Heechul Oppa datang sambil melempar tasnya tepat di mukaku.

“Aisssh!”, tas Heechul Oppa aku lempar ke lantai.  “Suruh mereka pergi! Aku mau tidur di sini pokoknya”.

“YAA! Turunkan aku!”, aku berteriak.

Heechul Oppa menggendongku di atas bahunya.

Percuma melawan. Walau mukanya cantik, tapi tenaganya kuat. Dasar namja bermuka wanita!

“Tidur di sini. Ara!??!!”, lalu Heechul Oppa keluar dari kamar.

Aku berbaring di kasurku, tapi sayang, sofa ruang tamu lebih empuk. Tak lama kemudian ada suara ribut-ribut di ruang tamu. “Oppa sialan! Malah enggak bisa tidur kalau ribut begini”, aku kuncir rambutku ke atas, lalu berjalan ke dapur.

Sebelum sampai di dapur, aku lihat di ruang tamu ada seseorang. Dari belakang sepertinya aku mengenalnya.

Ah, sudahlah. Itu bukan urusanku. Tanganku meraih botol minuman dari kulkas.Baru seteguk minum, orang itu muncul. Bukan sendiri! Tapi berdua. Dengan seorang wanita.

“Kyuhyun?”

Namja itu menoleh ke arahku. Wajahnya kaget. Wanita di sebelahnya bingung.

“Siapa dia Chagiya?”, tanya wanita itu.

Rasanya kakiku lemas. Kyuhyun selingkuh!

“Di…dia….”, Kyuhyun terbata-bata menjelaskan.

Kepalaku menunduk ke bawah.  Jadi semua sikap misteriusnya itu ada alasannya. Dan alasannya adalah ini. Pacar yang lain.

“Dongsaeng? Kenapa kau disini? Tidak tidur?”, Heechul Oppa masuk ke dapur, di tangannya ada beberapa botol  soju dan kaleng bir.

“Berikan padaku!”, aku merampas semua soju dan bir dari tangan Heechul Oppa, lalu berlari keluar.

Cepat-cepat aku starter mobil, dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.

Tidak peduli harus kemana. Aku hanya butuh sendiri.

……..

Kyuhyun terengah-engah di tengah jalan. Mobil Hyeri terlalu cepat.

Di belakangnya, Heechul dan wanita tadi berlari menyusul.

“Kemana dia biasanya pergi?”, tanya Kyuhyun saat Heechul sudah berdiri di samping.

“Mollaseo”, Heechul menggeleng lemah.

Nafasnya masih memburu. Heechul menoleh ke belakang. Lee Jihee terseok-seok di belakang.

Heechul kembali menatap Kyuhyun. “Apa hubunganmu dengan dongsaengku?”

Kyuhyun menelan ludah dengan susah payah.

“Jelaskan padaku! Dongsaengku tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Harus sekarang!”

Lee Ji Hee sudah di samping Kyuhyun, nafasnya tersengal-sengal.

“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Hyung”

“Tidak bisa?”, sebelah alis Heechul naik. “Aku mau tahu semuanya! Harus sekarang!”

Kyuhyun memijit keningnya. Terlalu bingung dan rumit untuk dijelaskan. Apalagi dalam kondisi tekanan darah tinggi seperti ini.

“Lee Jihee. Aku perlu Kyuhyun sekarang. Kamu bisa kan pulang sendiri?”

Lee JiHee menoleh ke Heechul lalu berbalik menatap Kyuhyun. Jihee juga bingung. Apa sebenarnya hubungan Kyuhyun dengan adiknya Heechul Oppa.

“Ani Oppa. Aku juga mau dengar penjelasan Kyunnie”

Mata Kyuhyun membulat kaget, manik matanya menatap lurus Jihee.

“Geuraeso? Kalau begitu,, Kyu. Kamu harus jelasin sekarang juga”

Kyuhyun meringis. Tamat sudah riwayatnya sekarang.

“Hyeri yeojachinguku”

PLAKK BUAAGH


Satu tamparan dengan satu pukulan melayang ke muka Kyuhyun. Ia terjatuh di aspal.

“Aku tidak mau melihatmu lagi! Hechul Oppa, aku pulang. Terserah kamu mau apakan namja brengsek ini!”, sebelum meninggalkan Kyuhyun, Jihee sempat menendang punggung Kyuhyun satu kali.

Heechul menatap kepergian Jihee dengan senyum senang. Heechul berbalik memandang Kyuhyun.

“Dengar Kyu! Masalah ini belum selesai. Aku akan mencarimu lagi nanti”, gantian Heechul menendang kaki Kyuhyun.

Kyuhyun meringkuk di aspal. Muka, punggung, dan kakinya sakit.

“Aish! Jinjja!!”, umpatnya.

…………..

Kim Hyeri POV

Seandainya…. kau ada di sini denganku

Mungkin Ku tak sendiri

Bayanganmu yang selalu menemaniku

Hiasi malam sepiku

Ku ingin bersama dirimu

Di sini aku sekarang. Duduk di batu-batu karang. Menyadari ketololanku selama ini. Bodoh sekali aku bisa mempercayai namja sebrengsek Kyuhyun.

Dan lebih bodoh lagi, aku mencintainya!

“Kenapa namja itu harus dia? Aku benci marga CHO!!”, teriakku ke ombak pantai.

…………

“Astaga Kim Hyeri! Sudah berapa botol kamu minum, hah!”, Raneul langsung memapah tubuh Hyeri yang tersujud di batu karang. Acara makan malam dengan Siwon dia batalkan. Keselamatan sahabatnya lebih penting daripada makan di restoran mewah.

“Dia selingkuh Raneul-ah. Kyuhyun…..”, air mata Hyeri menetes.

Raneul menatap iba. Heechul Oppa membantu Raneul memapah Hyeri.

“Ada banyak namja di dunia, tapi kenapa harus dia?”, ceracau Hyeri., air matanya masih menetes sempurna.

Raneul dan Heechul tertegun.

“Aku benci diriku sendiri. Aku benci hatiku. Aku benci…sifatku..”, Hyeri langsung tidak sadarkan diri.

Raneul ikut menangis. Sahabatnya sekarang sedang patah hati untuk kedua kali.

Heechul Oppa menidurkan Hyeri ke dalam mobil.

“Raneul-ah, gomawoyo.. Aku tidak tahu harus tanya ke siapa lagi. Setahuku sahabatnya Cuma kamu”, ucap Heechul.

Raneul menggeleng. “Gwenchanayo Oppa. Tidak ada yang keberatan kalau menolong sahabat”

Heechul mengangguk. “Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Hyeri juga tidak pernah cerita”

Raneul terdiam, kepalanya menunduk ke batu karang.

“Sejak kapan mereka pacaran?”

“Aku juga kurang tahu. Mungkin sudah lama. 2tahun?”

Heechul mendesah kecewa. Selama 2 tahun dia tidak tahu apa-apa.

“Oppa jangan ungkit dulu hal ini. Aku takut nanti Hyeri jadi galau”

Heechul mengangguk.

Raneul melanjutkan, “Aku akan bicara pada Kyuhyun. Oh iya, oppa tidak usah balas dendam. Cukup aku saja yang memukulnya nanti”

Senyum Heechul merekah. “Aku sudah memukulnya tadi. Tapi aku belum puas”

Raneul meringis takut. “Yaah, terserah oppa sajalah. Aku pulang dulu Oppa. Kalau Hyeri kenapa-kenapa, telepon aku saja”, jempol dan kelingking Raneul menempel di telinganya.

“Ne. Sekali lagi gomawo Raneul-ah”

“Ne… Annyeonghaseyo ! “

…………….

Kyuhyun POV

Mukaku masih terasa perih. Tapi hatiku lebih perih.

Mataku menangkap dua buah foto di meja belajar. Aku beranjak mendekat.

Seorang wanita terseyum dengan malu-malu, di sampingnya aku tersenyum sambil mengambil foto.

Kim Hyeri..

Satu foto lagi menampilkan sosok wanita cantik di tepi pantai. Baju kaosnya yang mencolok dengan rambut dikuncir ke atas, tangannya memegang kepiting kecil, senyumnya merekah.

Kim Hyeri…

Sebenarnya aku mencintaimu. Hanya saja, aku pria yang mudah jatuh cinta. Terlalu mudah bahkan.

Aku duduk di kasur, mukaku masih agak sakit.

TING…..TONG…..

“Jrrk! Siapa lagi yang datang malam-malam begini?”. Aku buka pintu.

Orang yang paling aku takuti datang.

“Si….won?”, aku takut-takut mengucapkan namanya. “Eh, Raneul-ssi. Kamu juga datang?”

Muka keduanya terlihat dingin. Aku mengigit bibir bawahku.

“Mau apa ke sini?”

“Mau menagih sesuatu”, ucap Siwon dingin.

Tanpa minta izinku, dia berjalan masuk ke dalam apartemen. Lee Raneul mengekor dari belakang.

“Jadi, to the point saja! Lagumu yang kemarin, aku beli tapi aku tidak akan mencantumkan namamu. Lalu,,,”, Siwon berjalan ke arah meja belajar. Dilihatnya dua buah foto terbingkai manis di sana.

Tangan Siwon meraih kedua foto itu, lalu mencopot paksa foto tersebut dari bingkainya. “Jangan pernah tampakkan mukamu di depan Hyeri, aku, dan Raneul! Kalau tidak…”, tatapan dingin Siwon seakan mampu menusuk jantungku. “Aku akan membunuhmu! Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Kyu”

Lalu mereka berdua pergi.

Tinggal aku di sini, menyesali tindakanku.

Seorang Choi SiWon bisa berbuat apa saja sesukanya. Sedangkan aku? Aku hanya lelaki biasa, yang sudah mengganggu kehidupan sahabatnya.

Jalan satu-satunya hanya pergi dari tempat ini.

TBC

Advertisements

4 comments on “Karena Ku Sayang Kamu Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s