Snow White Part 1

Some day My Prince Will Come

Some day we’ll meet again

And away to his castle we’ll go

To be happy forever i know

Some day when spring is here

We’ll find our love anew

And the bird will sing

And wedding bell will ring

Some day when my dreams come true

Continue reading

Love You

Bisakah waktu terulang lagi?

Kalau bisa, aku ingin mengulang waktuku

Saat aku masih kecil, saat aku bahagia

Saat penyakit ini belum datang padaku

Atau Bisakah waktu berhenti?

Aku tidak ingin sampai ke umur ini

Tidak ingin merasakan sakit yang tidak berkesudahan

Biarkan aku tetap di waktu kecil, Tuhan…

Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 3

Ketika Cinta dihadapkan pada pilihan

Pilihan mana yang akan ku pilih

Membahagiakannya atau membahagiakan diriku?

 

Setelah mengantar Hyeri, Sungmin membawa mobinya menuju jalanan Seol.

Sungmin sengaja melajukan mobilnya lambat. Ia ingin menikmati pemandangan kota Seoul. Hatinya sangat senang. Rasanya semuanya bergerak seperti keinginannya.

Pertama kali melihat Hyeri, saat itu dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Kebetulan sekali waktu itu Sungmin jadi dokter jaga. Pertemuan pertama yang berlangsung tidak wajar.

Namun, lama-kelamaan, cinta itu tumbuh. Hyeri seakan jadi magnet bagi Sungmin untuk datang ke rumah sakit sesering mungkin. Diam-diam Sungmin sering memerhatikan Hyeri. Mata Hyeri yang kosong dan selalu menangis, badannya yang kurus. Awalnya Sungmin kira perasaan ini Cuma simpati biasa. Tapi ternyata hal itu diluar perkiraannya.

Sejak itulah Sungmin bertekad kalau ia akan menjadi penjaga Hyeri. Ia ingin membuat Hyeri sadar, bahwa dunia ini indah. Bahwa ada lelaki lain yang mencintainya. Lelaki yang bersedia berkorban untuknya.

…………….

Sungmin PoV

Aku baru saja masuk ke dalam rumah tapi tiba-tiba Appa datang dan menarikku ke dalam kamar. Aku melihat ada seorang pria asing tidur di atas tempat tidurku.

“Siapa dia?”

“Mollaseo. Appa lihat dia pingsan, jadi Appa bawa ke sini”, Appa menarik tanganku mendekat ke pria itu.

“Coba kau periksa dia. Tolong kasih dia makan, itu makanannya”, tunjuk Appa ke meja di sebelah tempat tidur. “Appa yakin dia belum makan”

“Tapi Appa….”, aku coba protes.

“Kasihanilah dia Sungmin-ah. Sepertinya dia tidak punya rumah”

“Tapi dia siapa?”

“Appa tidak tahu. Tapi kalau melihat dia, appa jadi ingat kamu. Sepertinya kalian seumuran”

Aku menunduk menatapnya. Wajahnya pucat. Sepertinya Appa benar, dia belum makan. Wajahnya sangat tirus, pipinya cekung, dan bibirnya gemetaran. Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 2


Saat kaki ini lelah mengikuti langkahmu

Aku akan pergi


2 TAHUN KEMUDIAN

 

Hyeri POV

“Whuwah…. makanannya mahal-mahal semua!” , aku meringis melihat daftar menu. Pria di depanku tersenyum.

“Pesan apa saja yang kamu suka chagi. Nanti aku yang bayar”

“Aniya! Kan janjinya aku yang traktir”

“Kali ini aku yang traktir”, paksanya.

Aku mengangguk saja. “Kalau begitu, Bulgogi satu, jus mangga satu”.

Aku menatap pria di depanku. Kemeja garis-garis biru muda semakin membuatnya tampan.

“Hhhmmm…Kamu mau apa Sungmin-ah?”

“Sama denganmu”, jawabnya sambil tersenyum.

Lalu waitress mencatat pesanan kami.

“Chagiya….”, panggil Sungmin.

“hem?”

“Kau ingat hari ini hari apa?”

Aku mengangguk pasti. “Tentu saja. 25 oktober kan? 2 bulan kita jadian”

Sungmin mengambil tangan kananku dan menggenggamnya. “ Aku mau minta sesuatu. Kamu mau menyanggupinya?”

Aku berpikir sebentar. “Apa dulu?”

“Kalau aku bilang, berarti kamu harus setuju buat menuhin permintaan aku”

“Ok! Apa permintaanmu?”

Sungmin menatap ku lembut. “Popo”

“Hah?”, aku yakin mukaku sudah merah.

“Hahaha…. Bercanda!”. Sungmin tertawa senang.

Aku merengut sebal. Kali ini Sungmin membelai wajahku. “Besok ikut aku ke rumah ya! Aku mau ngenalin kamu sama Omma dan Appa. Sama adikku juga”

“Heh?”

“Aku ingin mereka tahu kalau aku punya yeojachingu”, ucapan Sungmin membuatku bangga.

“Ne…”

Sungmin masih memandang wajahku.

“Waeyo?”

“Ani. Yang permintaan pertama tadi kapan bisanya?”

“Ya, Sungmin-ah!”

“Salah! Bukan Sungmin, tapi Chagiya…”

Aku rasa jantungku sudah tidak ada di tempatnya lagi. Aku butuh jantung baru!

“Panggil aku Chagiya..”, ucapnya.

“Aku tidak bisa. Aku malu..”

“Malu? Kenapa harus malu? Kan kita pernah pelukan”

“Awwkh!”.

Aku cubit tangan Sungmin kuat-kuat.

“Chagi,, kau kasar sekali”, ia meniup-niup tangannya yang kucubit.

Waitress datang membawa pesanan kami.

Lalu kami makan dengan tenang. Sesekali Sungmin Oppa  menyuapiku. Continue reading

Mian Hyung

Author : leedantae

Cast :     Ryeowook

Heechul

Shindong

Malam hari, di dorm suju.

Drrrt….drrrrtt…

Tangan Heechul merogoh iphone di sakunya,,

From : Ryeowook

To : Heechul

Hyung, aku bentar lagi nyusup ke kamarmu ya,, hehe ^^

From : Heechul

To : Ryeowook

Main aja, asal bawa makanan,, hoho

Heechul mengunci iphonenya dan melanjutkan kegiatan baca komik serial cantik sambil gulingan di kasur. Kondisi kamar Heechul bisa dibilang, Sangat Berantakan! Selimut tergeletak di lantai, bungkus-bungkus makanan berserkan, alat kosmetikny belum ditutup, celana dalam tergantung manis di atas kursi. Yah, bisa dibilang seperti kapal pecah. Tapi Heechul orang yang tidak peduli. Padahal sebentar lagi Ryeowook main ke kamarnya. “Nanti suruh Ryeowook saja yang bersihin”, gumam Heechul.

Tak lama kemudian,

Tokk…Tok….Tok…

“Hyung,, ini aku”

“Eh, udah datang”, Heechul bangkit dari kasurnya dan berjalan ke pintu.

Saat pintu dibuka,

“BOE! Ige mwoya?!”, Ryeowook kaget melihat kondisi kamar Heechul. Ia menoleh dan menatap Heechul dengan pandangan marah. Yang ditatap malah cengengesan.

“Bersihkan sekarang juga!”, suruh Ryeowook, ia enggan masuk ke kamar yang kotor.

“Shireo! Kau saja Wookie”

“Bersihkan enggak?! Atau ini kubuang ke komikmu”, tunjuk Ryeowook ke tumpukan komik dekat pintu kamar.

Akhirnya Heechul nyerah. Dengan malas Heechul membersihkan kamarnya. Dirasa cukup bersih, Ryeowook masuk ke kamar Heechul dan duduk di karpet.

Heechul berbaring lagi di kasurnya. Ryeowook menaruh makanan Heechul di meja, lalu duduk  lagi di karpet. Sambil makan, mata Ryeowook menyusuri kamar Heechul. Matanya berhenti di sudut kamar.

“Hyung,, kenapa hamsternya disimpan disana?”

“Hmmm…. Ga apa-apa”

Terlihat kandang hamster berwarna ungu, di dalamnya ada sepasang hamster berbulu putih dan gembul berlari-lari di roda putar.

Ryeowook berdiri dan mengambil kandang hamster.

“Omo…. Kyeopta!”, muka senang Ryeowook muncul.

“Hyung,, namanya siapa?”, tanya Ryeowook sambil membuka pintu kandang Hamster. Dua hamster tersebut berebutan keluar.

“Yang bulunya putih bersih Apes”, tunjuk Heechul. Kening Ryeowook berkerut bingung.

“Yang ada bintik-bintik hitam kayak sapi namanya Sial”

“Heh?! Wae?? Cantik-cantik kok dikasih nama itu?” Continue reading

PENTING

Buat teman-teman…

BB onyx warna hitam telah hilang. Dengan pin 21d9fd68

Itu hilangnya tanggal 2 Februari (besoknya Ultah Kyuhyun)

Kalau ternyata kalian berteman dengan BB tersebut. tolong kasih tau saya…

Saya pengen tau yang maling siapa…

By shimeunkyung Posted in Me

LAVENDER


Udara yang sejuk sore ini mengingatkan aku tentang dia. Dia yang kucintai.

4 years ago

Kim Kibum POV

“Hati-hati kalau pulang. Jangan jalan sendirian. Lihat-lihat dulu kalau mau naik bus. Kalau busnya sepi, mending jangan”, ocehan Omma menemani ku dalam perjalanan pulang.

“Arassseo Omma. Tenang saja, aku bukan anak kecil”, ku masukkan ipadku dalam saku, lalu beranjak pergi meninggalkan kampus.

Langkahku berhenti saat melihat seorang yeoja. Tidak cantik, hanya saja, tangannya sungguh terampil. Di pangkuannya ada berbagai rangkaian bunga. Rose, lily, jasmine, dan ada bunga berwarna ungu.

“Annyeonghaseyo”, entah setan apa yang masuk ke dalam diriku, berani sekali aku menyapanya.

Senyum manis terkembang di pipinya, kepalanya mengangguk tanda memberi salam.

“Anda suka merangkai bunga?”, tanyaku padanya.

Lagi-lagi dia mengangguk.

“Anoo… Bunganya sangat indah. Yang warna ungu itu namanya apa?”

Dia diam, sedetik kemudian dia mengeluarkan pulpen dan kertas.

“La….ven….der…?”, aku membaca tulisan tangannya.

Lagi, senyum itu lah yang menjawab.

“Aku baru dengar nama itu. Namanya sangat cantik”. Senyum manis itu tidak lepas dari pipinya.

……………….. Continue reading