LAVENDER


Udara yang sejuk sore ini mengingatkan aku tentang dia. Dia yang kucintai.

4 years ago

Kim Kibum POV

“Hati-hati kalau pulang. Jangan jalan sendirian. Lihat-lihat dulu kalau mau naik bus. Kalau busnya sepi, mending jangan”, ocehan Omma menemani ku dalam perjalanan pulang.

“Arassseo Omma. Tenang saja, aku bukan anak kecil”, ku masukkan ipadku dalam saku, lalu beranjak pergi meninggalkan kampus.

Langkahku berhenti saat melihat seorang yeoja. Tidak cantik, hanya saja, tangannya sungguh terampil. Di pangkuannya ada berbagai rangkaian bunga. Rose, lily, jasmine, dan ada bunga berwarna ungu.

“Annyeonghaseyo”, entah setan apa yang masuk ke dalam diriku, berani sekali aku menyapanya.

Senyum manis terkembang di pipinya, kepalanya mengangguk tanda memberi salam.

“Anda suka merangkai bunga?”, tanyaku padanya.

Lagi-lagi dia mengangguk.

“Anoo… Bunganya sangat indah. Yang warna ungu itu namanya apa?”

Dia diam, sedetik kemudian dia mengeluarkan pulpen dan kertas.

“La….ven….der…?”, aku membaca tulisan tangannya.

Lagi, senyum itu lah yang menjawab.

“Aku baru dengar nama itu. Namanya sangat cantik”. Senyum manis itu tidak lepas dari pipinya.

………………..

Mata dan tanganku tidak lepas dari buket bunga lavender. Bunga yang menyatukan kami. Sekaligus membuka rahasianya. Tapi aku tetap mencintainya. Seperti harum bunga lavender, begitulah kisah cintaku. Seharum dan serapuh itu..

………………..

3,5 years ago

Aku bertemu lagi dengannya. Tapi kali ini di toko bunga. Wajah malaikatnya menyambutku senang. Tapi aneh, dia tidak menyapaku dengan suara. Wanita malaikat atau angelku, ia malah sibuk memberiku beberapa rangkaian bunga.

Tapi Aku senang, setidaknya aku bertemu lagi dengannya.

“Kim Kibum imnida”, ucapku pada suatu hari. Aku mengunjungi tokonya lagi. Setiap hari bila tidak sibuk.

Senyum itu menjawab. Secarik kertas muncul lagi.

“Kim Hyeri?”

Kepalanya mengangguk.

Bilang aku gila. Tapi aku mulai menyukainya. Aneh ,,, padahal aku baru beberapa hari mengenalnya. Ditambah lagi, aku belum pernah mendengar suaranya. Angelku, Kim Hyeriku, aku ingin mendengar suaramu…..

……………


Kakiku behenti tepat di depan makam. Kuletakkan bunga lavender di atas makam. Mataku menatap lurus ke narah nisan.

……………

3 years ago

Aku dan Kim HyeRi sudah sering jalan-jalan. Kalau aku sih lebih senang menyebutnya dengan KENCAN.

Kali ini aku mau mengajaknya menemui keluarga nenekku di Incheon.

Mobilku berhenti di depan tokonya. Tak lama kemudian dia keluar. Balutan dress selutut berwarna hijau, syal kotak-kotak hitam , juga cardigan, menambah pesonanya.

“Sudah siap? Kita pergi sekarang?”, tanyaku setelah dia memasang seat belt.

Hyeri mengangguk. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.

1 jam kemudian kami sudah sampai di depan rumah nenek.

“Aigoo… cucu nenek sudah besar sekali”, senyum merekah dari bibir nenekku. Aku memberikan pelukan hangat.

“Siapa dia?”, tanya nenek setelah melepas pelukan. Aku menggandeng tangan Hyeri, agar mendekat.

“Dia Kim HyeRi. Temanku…”

Nenek tersenyum simpul. Nenek tahu maksudku.

“Neomu Yeppeo… Kau pintar memilih Kibum-ah”

Aku tersenyum bangga. Hyeri menoleh padaku. Aku mengangkat bahu, lalu mengajaknya masuk ke rumah nenek.

“Sudah berapa lama kalian pacaran?”, tanya nenek sambil mengaduk teh, aku dan nenek di dapur. Sedangkan Hyeri di ruang tamu.

“Belum pacaran Halmeoni”

Nenek kaget, tangannya berhenti mengaduk. “Jinjja? Wae?”

“Ada sedikit masalah. Aku sengaja mengajak ke sini agar nenek tahu Hyeri”

Alis nenek bertaut, bingung.

“Hyeri tidak pernah bicara. Maksudku… bersuara”, aku bingung menjelaskan pada Halmeoni.

“Dia bisu?”, tanya Halmeoni. Aku menggeleng tidak yakin

“Entahlah. Tapi dia bisa mendengar kita. Kalau bisu, pasti… dia tidak bisa mengerti pembicaraan kita”

“Tunggu Bum-ah”, Halmeoni duduk perlahan di kursi makan. “Kau bilang tadi dia tidak pernah berbicara, lalu… Bagaimana kalian komunikasi?”

Aku ikut duduk di hadapan nenek. “Lewat kertas. Selalu begitu”

“Aneh. Ini aneh..”

Aku mengangguk setuju.

“Kau mencintainya?”

Aku menatap lurus ke mata Halmeoni. “Ne… Sangat mencintainya”

“Kau sengaja menemui nenek dulu?”

Aku mengangguk. “Halmeoni tahu kan kalau Omma tidak akan setuju apalagi dengar Hyeri bisu. Jadi,,”

Nenek paham maksudku. Cuma nenek yang bisa membantu Omma membuka hatinya.

“Tapi nenek tidak janji. Nenek harus lihat dulu bagaimana Hyeri itu”

……………

“Dia tidak bisu. Hanya saja dia tidak ingin dan tidak mau mencoba untuk berbicara”.

Aku diam mendengar penjelasan karyawan toko bunganya, Lee Raneul.

“Onnie tidak mau bicara sejak 5 tahun yang lalu”

“Waeyo?”

Raneul menggeleng. “Kalau soal itu, aku tidak bisa menceritakannya padamu Oppa. Aku Cuma bisa bilang sebatas tadi. Selebihnya, kalau kau mau, pergilah ke rumahnya. Di sana ada Heechul Oppa, pasti dia mau cerita padamu”

……………

“Cho Kyuhyun??”

Heechul Hyung mengangguk.

“Sejak itu dia tidak mau bicara”

Aku terdiam. Antara percaya atau tidak.

……………

Bunga-bunga liar di pinggir makam sudah dibersihkan. Ada bunga lavender lainnya di nisan ini. Aku tahu, dia sudah datang …. tapi sekarang sudah pergi…

……………

Takdir itu mengerikan. Bagaimana bisa Tuhan mengikat aku, Hyeri dan Kyuhyun dalam satu ikatan cinta. Cinta segitiga.

Penjelasan dari Heechul Hyung membimbingku berjalan ke toko bunga.

Hyeri menyambutku dengan senyum khasnya. Aku diajak masuk ke dalam toko dan diberi teh beraroma melati.

“Aku bisa bicara denganmu?”

Hyeri mengangguk.

“Aku tunggu kau. Sehabis toko tutup”

……………

Angin malam menerpa wajah kami berdua. Menara air di depan kami dengan lampunya berkelap-kerlip. Aku duduk di hadapan HyeRi.

“Aku ingin dengar suaramu”, ucapku to the point.

Hyeri menatapku kaget. Matanya membulat.

“Wae? Apa kau bisu? Aku tahu kau tidak bisu Hyeri-ah”

Aku beranjak dari tempat duduk dan berjongkok di hadapannya.

“Hanya Karena ‘dia’ kau tidak mau bicara lagi?”

Hyeri bangkit berdiri, aku tahan tangannya.

“BERHENTI! Aku masih ingin bicara”

……………

Kim Hyeri POV

Ige mwoya? Aku tatap Kibum tepat di manik matanya.

“Ada banyak hal yang wajib aku katakan. Duduklah…”, Kibum menarikku duduk kembali.

Setelah duduk, Kibum memandangku.

“Aku ingin kamu jawab pertanyaanku. Kapan…..”, Kibum berhenti sejenak.

Aku balas menatapnya. Aku tidak akan bicara! Selamanya!

“Sejak kapan kamu kenal Kyuhyun? Sejak SMA? Tahun akhir?”

……………

Kyuhyun, mianhe… baru sekarang aku menemuimu…

………………

Kim Kibum POV

Mata Hyeri membulat kaget.  Aku tahu apa yang ada dipikirannya sekarang.

“Jangan bilang kalau kamu sekolah di Chongdam?”

Hyeri tersentak. Tangannya refleks menutup mulut.

Habis sudah…

……………

Tak ada yang mengira cinta kita untuk satu wanita

……………

Kim Hyeri POV

“Kyu sudah meninggal? Jadi itu benar?”. Aku mengangguk pelan.

Kibum mendesah kecewa. “Aaarrrrgh!”

Aku bergidik ngeri. Semuanya terlalu tiba-tiba.

“Kenapa jadi begini? Hah!!”

Aku diam. Tidak tahu harus bagaimana.

“Semuanya terlalu tiba-tiba”, gumamku.

Kibum tersentak kaget.

“Apa hubunganmu dengan Kyuhyun?”, tanyaku

Kibum menatapku tajam. “Saudara tiri! Puas??”

……………

Apa arti cinta bagimu Kyu?

Apakah seperti tidak bisa bernafas saat tidak di dekatnya

Berbunga-bunga saat dia tersenyum

Dan sakit saat melihat dia menangis

Aku rela memberikan semua yang kupunya,

Demi senyumnya, demi kebahagiannya

……………

Kim Kibum POV

Aku tidak bisa mengontrol suaraku. Sungguh aku ingin minta maaf, aku tidak bermaksud membentaknya.

Tapi terlanjur, biar kan kesalah pahaman ini berlanjut.

“Kau kaget? Aku juga! Bahkan lebih kaget saat tahu alasan dia meninggal!”

Aku lihat air mata telah turun di pipinya.

“Saudara tiri? Dia tidak pernah cerita”

“Wajar dia tidak cerita! Karena dari SMP kami sudah pisah”

Kim HyeRi semakin terisak.

“Ini salah! Harusnya dari awal kita tidak bertemu! Harusnya aku tak menyapamu kemarin! Lebih baik aku tidak kenal kamu! Dan…..”

Aku berhenti, dan menatap matanya “Harusnya aku tak mencintaimu…”

Badan Hyeri mundur teratur, aku hanya bisa memandangnya.

Sudah cukup,, kalau sekarang aku menahannya lagi, aku takut nanti aku tak bisa melepasnya

……………

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan

……………

Hyeri duduk menghadap kolam, tangannya menggenggam seuntai kalung.

Sudah lama sekali kalung ini disimpan, teronggok di dalam kotak.

“Kyuhyun…. Mianhae….”, ucapnya memandang langit.

Hari ini Langit cerah dengan awan yang tipis, persis dengan hari di mana Kyuhyun meninggalkannya untuk selamanya.

………………..

Years ago

“Jagiya,, lihat-lihat!!”, telunjuk Hyeri mengarah ke etalase toko perhiasan. Tangan yang satu lagi mengamit lengan Kyuhyun.

“Cincin itu bagus sekali kan?”

Kyuhyun melirik cincin di etalase toko. Ketika melihat harganya.. Kyuhyun menarik Hyeri dari tempat itu.

“Kyunnie.. wae??”

“Aku tidak punya uang Hyeri-ah.. Kalau kamu mau, jangan sekarang ya. Nanti kalau aku sudah punya uang a..”

Hyeri menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun. “Aku tidak pernah memaksamu membeli cincin itu. Aku Cuma bilang cinicin itu bagus. Kalau aku bilang begitu, ibu belum tentu aku mau membelinya atau tidak”

Kyuhyun terdiam.

“Aku hanya bilang cincinnya bagus. Itu saja kok”

Senyum Kyuhyun tersungging di bibirnya. Perlahan Kyuhyun menarik Hyeri kepelukannya.

“Arasseo… Mianhe Jagiya”

Hyeri mengangguk. “Jangan asal ambil kesimpulan lagi ya Kyu!”

“Ne”

…………..

Beberapa hari kemudian, Kyuhyun meninggal. Berita itu terlalu mengejutkan untuk Hyeri. Kakaknya Kyuhyun, Cho Ahra bilang bahwa Kyuhyun meninggal sesudah membeli kalung untuk Hyeri.

Penjelasan dari Cho Ahra makin memperburuk kondisi jiwa Hyeri. 5 bulan lamanya Hyeri dirawat di rumah sakit, demi mencegah tindakannya untuk bunuh diri. Dan setelah keluar, Hyeri tidak pernah bicara.

Alasannya hanya satu. Hyeri tidak mau karena ucapannya seseorang mati. Hyeri tidak mau ada Kyuhyun kedua. Hyeri hanya akan mengingat Kyuhyun. Hanya Kyuhyun.

……………

Aku akan menjaganya untukmu. Dari kejauhan. Karena aku tahu kau juga mencintainya.

……………

Dari kejauhan, Kim Kibum memandangi sosok perempuan yang duduk dengan kepala tertekuk ke bawah.

Sungguh, sekarang ia ingin sekali menyapa gadis itu, memeluk gadis itu, menciumnya dan mengatakan perasannya. Tapi Kibum tidak akan melakukan itu.

Ia tahu, hati Hyeri hanya untuk satu orang saja. Sampai mati ia mencoba, hati itu tetap tidak akan termiliki.

Sementara itu, Kim Hyeri membungkus kalung di tangannya dengan sapu tangan, lalu menyimpannya di dalam botol, dan membuang botol tersebut ke sungai.

Hyeri hanya membuang kalung Kyuhyun, tapi tidak dengan perasannya. Hatinya tetap akan terkunci. Tidak akan pernah terbuka untuk siapapun.

FIN

Huwaaa… Akhirnya… Ga tau kesambet apa buat ff ini. Tapi keingat Kibum waktu nonton FullHouse.

Kangen Bummie,,, sangat

Moga Kibum balik lagi ke Suju. amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s