Karena Ku Sayang Kamu Part 2


Saat kaki ini lelah mengikuti langkahmu

Aku akan pergi


2 TAHUN KEMUDIAN

 

Hyeri POV

“Whuwah…. makanannya mahal-mahal semua!” , aku meringis melihat daftar menu. Pria di depanku tersenyum.

“Pesan apa saja yang kamu suka chagi. Nanti aku yang bayar”

“Aniya! Kan janjinya aku yang traktir”

“Kali ini aku yang traktir”, paksanya.

Aku mengangguk saja. “Kalau begitu, Bulgogi satu, jus mangga satu”.

Aku menatap pria di depanku. Kemeja garis-garis biru muda semakin membuatnya tampan.

“Hhhmmm…Kamu mau apa Sungmin-ah?”

“Sama denganmu”, jawabnya sambil tersenyum.

Lalu waitress mencatat pesanan kami.

“Chagiya….”, panggil Sungmin.

“hem?”

“Kau ingat hari ini hari apa?”

Aku mengangguk pasti. “Tentu saja. 25 oktober kan? 2 bulan kita jadian”

Sungmin mengambil tangan kananku dan menggenggamnya. “ Aku mau minta sesuatu. Kamu mau menyanggupinya?”

Aku berpikir sebentar. “Apa dulu?”

“Kalau aku bilang, berarti kamu harus setuju buat menuhin permintaan aku”

“Ok! Apa permintaanmu?”

Sungmin menatap ku lembut. “Popo”

“Hah?”, aku yakin mukaku sudah merah.

“Hahaha…. Bercanda!”. Sungmin tertawa senang.

Aku merengut sebal. Kali ini Sungmin membelai wajahku. “Besok ikut aku ke rumah ya! Aku mau ngenalin kamu sama Omma dan Appa. Sama adikku juga”

“Heh?”

“Aku ingin mereka tahu kalau aku punya yeojachingu”, ucapan Sungmin membuatku bangga.

“Ne…”

Sungmin masih memandang wajahku.

“Waeyo?”

“Ani. Yang permintaan pertama tadi kapan bisanya?”

“Ya, Sungmin-ah!”

“Salah! Bukan Sungmin, tapi Chagiya…”

Aku rasa jantungku sudah tidak ada di tempatnya lagi. Aku butuh jantung baru!

“Panggil aku Chagiya..”, ucapnya.

“Aku tidak bisa. Aku malu..”

“Malu? Kenapa harus malu? Kan kita pernah pelukan”

“Awwkh!”.

Aku cubit tangan Sungmin kuat-kuat.

“Chagi,, kau kasar sekali”, ia meniup-niup tangannya yang kucubit.

Waitress datang membawa pesanan kami.

Lalu kami makan dengan tenang. Sesekali Sungmin Oppa  menyuapiku.

……………….

Studio Rekaman Siwon Agency

“Lagunya bagus banget…”, seorang pria duduk di depan komputer, tangannya memegang kepingan cd. “Siapa yang nyanyi?”, tanyanya pada Pria di depannya.

“Kenalanku…”

“Oh”, hanya itu yang keluar dari bibir pria itu.

“Bagaimana Yesung-i? Kamu mau kan menyanyikannya?”

Yesung mengangguk setuju. “Tentu! Hanya orang bodoh yang menolak lagu sebagus ini”

Pria di depannya diam saja. Dalam hati, dia masih memikirkan hal lain.

“Keoreom, besok kita temui PD. Rekaman harus dimulai secepatnya”

“Ne… Sampai jumpa besok”

…………..

Seorang pria terseok di tengah jalan. Perutnya lapar,tapi penghasilan mengamen hari ini kurang memuaskan.

Pria itu berhenti di depan restoran. Ia meneguk ludah. Bau masakan menggeliti hidungnya.

“Aku lapar…”

Ia masuk ke dalam toko. Tapi belum sempat dia duduk,

“PERGI KAU PENGEMIS!”, pemilik restoran keluar dari dapur dan menghamburkan garam ke mukanya.

Pria itu keluar dari restoran sambil menggotong gitarnya. Sudah seminggu ini dia tidak makan. Kepalanya mulai terasa berat. Tenaganya habis sudah.

Kemudian pria itu jatuh pingsan.

……………………

Kim Hyeri duduk di mobil dengan muka cerah. Di sebelahnya Sungmin tersenyum hangat. Tangan kiri Sungmin menggenggam tangan Hyeri sementara tangan yang lain menyetir.

Baru setengah jam yang lalu Hyeri pamit dari rumah Sungmin. Sekarang mobil Sungmin melaju ke Seoul, mengantar Hyeri pulang.

“Sudah sampai my Little Princess  “, mobil Sungmin berhenti di depan rumah Hyeri. Lalu ia keluar dari mobil dan berjalan ke pintu sebelah kiri.

“Silahkan Hubby”, ucapnya mesra sambil membukakan pintu.

“Kamsahamnida Sungmin-ah”

Bibir Sungmin manyun lagi. “Kan udah dibilang kemarin. Bukan Sungmin-ah! Tapi…”, Sungmin memeluk Hyeri, dan berbisik di telinganya. “Cha..gi..ya….”

Muka Hyeri memerah. “Ne, mianhe… Chagiya….”

Sungmin makin mengeratan pelukannya. Hari ini adalah hari paling bahagia. Keluarganya menyetujui hubungan mereka dan berencana untuk menikahkan mereka secepatnya.

“Saranghae… Jeongmal Saranghae…”

Hyeri mengangguk malu.

Sementara itu di balik jendela, Kim Heechul, Siwon, dan Raneul mengintip.

“Lihat! Lihat! Mereka berpelukan!”, Raneul menitikkan air mata bahagia.

“Chagi…. Uljima!”

“Jeongmal Haengbokhage. Rasanya pengen teriak bahagia Wonnie. ”

Seulas senyum menghiasi wajah Heechul.

“Rasanya seperti mimpi saja. Padahal 2 tahun yang lalu Hyeri sangat terpukul”

Ketiganya terdiam cukup lama.

Masih ingat bayang-bayang Hyeri yang tidak mau makan. Kehilangan niat untuk hidup. Kalau dulu Hyeri terlihat seperti orang gila. Pikirannya penuh dengan percobaan bunuh diri.

Untunglah ada Sungmin. Dokter jiwa sekaligus kekasih Hyeri.

“Aku rela berbuat apa saja demi dongsaengku. Tidak boleh ada yang menyakitinya lagi!”

Siwon menepuk bahu Heechul. “Tenanglah Hyung. Aku sudah membuat kacau Hidup Kyuhyun. Dia tidak akan berani menampakkan batang hidungnya”

To be Continued

Ottohke? Bagus ga?

Please Don’t Be Silent Reader…

Sedih banget pas tau banyak yang baca, tapi ga komen

Advertisements

2 comments on “Karena Ku Sayang Kamu Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s