Karena Ku Sayang Kamu Part 3

Ketika Cinta dihadapkan pada pilihan

Pilihan mana yang akan ku pilih

Membahagiakannya atau membahagiakan diriku?

 

Setelah mengantar Hyeri, Sungmin membawa mobinya menuju jalanan Seol.

Sungmin sengaja melajukan mobilnya lambat. Ia ingin menikmati pemandangan kota Seoul. Hatinya sangat senang. Rasanya semuanya bergerak seperti keinginannya.

Pertama kali melihat Hyeri, saat itu dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Kebetulan sekali waktu itu Sungmin jadi dokter jaga. Pertemuan pertama yang berlangsung tidak wajar.

Namun, lama-kelamaan, cinta itu tumbuh. Hyeri seakan jadi magnet bagi Sungmin untuk datang ke rumah sakit sesering mungkin. Diam-diam Sungmin sering memerhatikan Hyeri. Mata Hyeri yang kosong dan selalu menangis, badannya yang kurus. Awalnya Sungmin kira perasaan ini Cuma simpati biasa. Tapi ternyata hal itu diluar perkiraannya.

Sejak itulah Sungmin bertekad kalau ia akan menjadi penjaga Hyeri. Ia ingin membuat Hyeri sadar, bahwa dunia ini indah. Bahwa ada lelaki lain yang mencintainya. Lelaki yang bersedia berkorban untuknya.

…………….

Sungmin PoV

Aku baru saja masuk ke dalam rumah tapi tiba-tiba Appa datang dan menarikku ke dalam kamar. Aku melihat ada seorang pria asing tidur di atas tempat tidurku.

“Siapa dia?”

“Mollaseo. Appa lihat dia pingsan, jadi Appa bawa ke sini”, Appa menarik tanganku mendekat ke pria itu.

“Coba kau periksa dia. Tolong kasih dia makan, itu makanannya”, tunjuk Appa ke meja di sebelah tempat tidur. “Appa yakin dia belum makan”

“Tapi Appa….”, aku coba protes.

“Kasihanilah dia Sungmin-ah. Sepertinya dia tidak punya rumah”

“Tapi dia siapa?”

“Appa tidak tahu. Tapi kalau melihat dia, appa jadi ingat kamu. Sepertinya kalian seumuran”

Aku menunduk menatapnya. Wajahnya pucat. Sepertinya Appa benar, dia belum makan. Wajahnya sangat tirus, pipinya cekung, dan bibirnya gemetaran.

“Baiklah… Tapi Appa,,,”, aku berhenti sejenak, appa memandangku.

“Lain kali aku lihat Appa bawa benda asing ke rumah. Aku tidak segan-segan membuangnya! Mau dia kucing, lemari bekas, buku bekas, bahkan manusiapun akan aku buang!”

Appa menepuk pelan kepalaku. “Mianhae Sungmin-ah. Appa janji tidak akan bawa barang-barang aneh ke rumah lagi”

Aku mengangguk-angguk saja. Sudah berulang kali Appa berjanji. Tapi tidak pernah dia tepati.

“Sudahlah. Appa tidur saja sana. Aku akan mengurus dia”, aku mendorong tubuh appa keluar kamar.

“Ah, Appa lupa!”, tiba-tiba kepala Appa nongol lagi lewat celah pintu. Tadi pacarmu datang ya? Maaf, appa lagi diluar”, appaku cengengesan. Aku mendecak sebal. Sudah tua tapi kelakuan masih seperti 30an.

“Ne…. Ne… Aku maafkan. Tapi kalau Yeojachinguku datang lagi, aku mau Appa ada di rumah! Tidak mau dengar alasan lagi! Ara?!!”

Entah kenapa aku merasa akulah yang jadi kepala keluarga di rumah ini. Aku lihat Appaku mengangguk setuju.

Setelah Appa keluar kamar, aku beranjak mandi. Sebelum mandi, aku tatap wajah pria itu.

“Wow ! Dia tampan sekali! Cuma sayang brewokkan”

………………

Someone POV

Hmmmm…. Di mana aku?

Mataku mengerjap-ngerjap kesilauan. Aku coba duduk, tapi rasanya tidak kuat.

Tiba-tiba ada seseorang yang membantuku duduk.

“Bagaimana keadaanmu?”

Aku tatap wajahnya sebentar. Aku tidak kenal.

“Lee Sungmin imnida. Kamu ada dirumahku sekarang”, jawabnya.

“Aah..”, suaraku serak.

Sungmin memberiku segelas air.

“Kamu dibawa Appa ke sini”, lanjutnya saat aku masih meneguk air. “Katanya kamu pingsan”

Aku ingat. Tadi aku pingsan di tengah jalan!

“Mianhae…”, aku membungkuk.

“Gwenchana.. kamu sudah makan? Itu ada makanan. Makanlah”, Sungmin menunjuk mangkuk bubur di sebeahku.

“Aku mau siapin air panas. Kamu harus mandi. Sepertinya kamu udah enggak mandi beberapa hari”, Sungmin keluar dari kamar.

Aku termenung. Rasanya seperti mimpi. Tadi aku diusir dari restoran, sekarang sedang tidur di tempat tidur mewah, ada makanan dan pemilik rumah sedang menyiapkan air panas untukku.

“Ini air panasnya”, Sungmin datang dengan sebaskom air panas. Aku yang sedang makan, mengangguk tanda terimakasih.

“Aigoo!”, Sungmin duduk kembali di sebelahku, ia terlihat capek habis menggotong sebaskom air.

“Bagaimana buburnya? Enak?”

“Hemmm”, aku mengangguk

“Itu appaku yang buat”

“Ah,, gomawo…”, aku jadi ingin berterimakasih pada Appanya.

“Appaku chef di hotel Rich Hilton”

Aku kaget. Wow! Itu hotel yang besar!

“Hahaha… Kau terlihat terpesona”, Sungmin tertawa. Tawanya renyah sekali.

Aku menatapnya. Pasti bahagia sekali hidupnya.

“Ah iya! Aku lupa! Siapa namamu?”

Aku diam. “Boleh aku memanggilmu Hyung?”

“Heh?”

“Bolehkah?”

“Ne,,! Tentu saja”

Aku tersenyum senang.

“Cho Kyuhyun imnida. Mannaseo bangapsumnida Sungmin Hyung….”

Ottohke?? Sudah jelaskah?

atau jangan-jangan udah ketebak endingnya?

komen ya,,,

Advertisements

2 comments on “Karena Ku Sayang Kamu Part 3

  1. Hmmmm nanti cewek nya kaget liat Kyu bareng Sungmin ya onn??
    Terus ceweknya jadi galau mau milih yang mana
    Tapi berhubung nggak tega sama Sungmin jadi tetep sama Sungmin
    Padahal dia masih suka sama Kyu
    Terus nanti Sungmin tau
    Terus ceweknya tetep sama Kyu soalnya Sungmin ngerelain ceweknya ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Iya nggak onn ?? Maaf saya sotoy sangat (>_<)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s