Love You

Bisakah waktu terulang lagi?

Kalau bisa, aku ingin mengulang waktuku

Saat aku masih kecil, saat aku bahagia

Saat penyakit ini belum datang padaku

Atau Bisakah waktu berhenti?

Aku tidak ingin sampai ke umur ini

Tidak ingin merasakan sakit yang tidak berkesudahan

Biarkan aku tetap di waktu kecil, Tuhan…


Rumah sakit Seoul

Seorang wanita tidur dengan nafas teratur. Di sebelahnya ada seorang perempuan yang sudah berumur, menatapi wajah tidur anaknya.

Seorang pria masuk ke dalam kamar, lalu berdiri di samping perempuan tua itu.

“Bagaimana keadaannya Omma?”

Perempuan yang dipanggil Omma itu menggeleng lemah. Air matanya menetes.

“Omma,, jangan menangis. Kalau Raneul lihat Omma nangis, dia pasti jadi tidak tegar menghadapi semuanya. Jebal Omma….”, pria itu menepuk-nepuk punggung Ommonim dengan kasih sayang.

“Dia terlalu dini untuk menghadapi ini. Kenapa harus dia yang sakit? Kenapa tidak omma saja? Salah apa Omma di masa lalu, sampai anak Omma jadi begini. Omh….ma”, sang ibu terisak-isak.

Pria itu menggeleng kuat. “Omma tidak boleh bilang gitu! Omma harus tabah…”

Sepanjang malam itu, sang ibu dan anak lelakinya menemani Raneul di rumah sakit.

Universitas Konkukk, fakultas kesenian

Siwon berlari-lari sepanjang koridor. Di tangannya ada sebuah buku dan tas kuliah. Sesampainya di tempat parkir, Siwon menekan remote, dan langsung melesat masuk ke dalam mobil.

Di injaknya pedal gas, mobil berjalan stabil-tidak cepat-tidak lambat. Tujuan Siwon Cuma satu.

Rumah Sakit Seoul

Rumah sakit Seoul

Kim Raneul pov

Dokter mengganti tabung infusku. Lalu menyuntikkan obat. Pedih rasanya. saat obat-obat itu masuk melalui pembuluh darahmu dan saat obat itu bereaksi.

Seluruh tubuh sakit dan mengejang. Otakku terasa terbakar.

Sakit… Tuhan….

Sakit sekali..

Cepat panggil aku. Aku tidak mau merasakan sakit ini lagi….

Siwon POV

Aku telat. Dia sudah masuk ke ruang fisioterapi. Aku melihatnya melalu kaca. Rasanya sungguh sakit melihatnya berteriak kesakitan dan tubuhnya berontak.

Aku mencoba untuk tidak menangis. Aku tidak boleh menangis. Kalau aku menangis, maka siapa lagi yang akan membuatnya tersenyum?

Beberapa jam kemudian

“Om-maa”, bisikan lemah keluar dari bibirnya. Aku mendekatkan wajahku dan berbisik, “Aku disini Raneul-ah”

“Om-maa”, tangannya bergerak lemah. Aku melihat dia berusaha kuat membuka matanya.

“Sssst….”, kubelai rambutnya. “ Tidurlah lagi jagiya”

Matanya menatapku, aku balas menatapnya. Wajah kami hanya berjarak 3 cm. “Sayang tidur lagi ya…”, bujukku, tanganku masih membelai rambutnya.

“Oppa?”

Aku tersenyum. “Ne.. ini aku”

Ia mengangguk lemah lalu tertidur lagi.

Aku masih membelai rambutnya, wajahnya, hidungnya, matanya, dan…

Bibir pucatnya…

Aku masih ingat bagaimana bentuk Raneul saat dia sehat. Bagaimana rona merah selalu menghiasi wajahnya. Bibirnya yang merah muda alami, hidungnya yang imut dan matanya yang ersinar-sinar bahagia.

Sekarang semuanya berganti dengan muka pucat, mata yang menguning dan tubuhnya lemas.

Penyakit itu telah merenggut semuanya.

2 bulan kemudian

“Wonnie,, ada surat untukmu”, manager memberiku selembar amplop berwarna putih, tapi tidak ada nama pengirimnya.

“Dari siapa Hyung?”, tanyaku sambil membuka surat.

Aku tertegun. Surat ini dari Raneul. Tulisan tangan di surat adalah tulisannya.

Tapi Raneul sudah meninggal. Berarti surat ini dikirimkan oleh seseorang atas permintaan Raneul.

Aku tersenyum, ada kumpulan foto kami berdua saat SMA, karcis tiket bioskop, dan….

Cincin….

Tanganku menimang-nimang cincin emas putih bermata berlian itu.

“Mengembalikan semua perasaanmu? Kau ingin apa? Aku melupakanmu?”, gumamku.

Aku menggeleng. “Tidak bisa. Jangan paksa aku. Aku tidak mungkin melupakanmu”

FIN

Hehehe,,, lagi suka buat cerita sad ending.

Bingung kah sama jalan ceritanya? Saya juga bingung….hehe

Buat yang udah baca, gomawo

N buat yang udah komen,, author ucapkan beribu-ribu terimakasih..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s