Nappeun Shindong

 

Malam ini trio Heechul, Ryeowook, dan Shindong main-main lagi ke kamar Heechul Hyung. Setelah kemarin sempat berantem karena diejek duo angka 10, kini Heechul sudah sedikit tenang.

Sekarang baru pukul 09.00 pm KST, dan jam-jam segini emang jam paling asik buat ngerumpi. Dan pokok pembahasan kali ini masih seputar hamster.

“Hyung, itu hamsternya punya teman baru lho”, kata Shindong jail.

Heechul yang lagi mengikir kuku jadi berhenti dan menatap Shindong, matanya berbinar-binar senang.

“Jinjja? Nugu? Kau merawat hamster ya, Dongie?”

Ryeowook yang lagi main sama hamster acuh tak acuh.

“Keuromyeon! Warnanya sama lagi, putih belang-belang hitam, malah yang ini lebih gede Hyung”, kata Shindong.

Heechul berdiri dari kasurnya dan duduk di samping di dekat kandang hamster. “Jinjja? Ayo kita nikahkan..”

Shindong berusaha menahan tawa. Dari sudut matanya, Shindong bisa melihat Ryeowook yang sekarang beralih main game psp pinjaman Kyuhyun.

“Hyung, temannya itu gede banget. Malah bisa bersuara lain selain ciiit…citt..”

Heechul makin tertarik, ia jadi ingin memasukkan Shindong ke klub chochoball nya.

“Suaranya bagaimana? Manis banget pasti…?”

“Ne! Tentu saja! Sangat manis. Tapi aku ga yakin sama keselamatan Apes…”

“He? Maksudnya karena terlalu besar jadi nanti bisa dimakan? Memangnya dia unik sekali?”

“Miauuuwww….”, tiba-tiba Ryeowook menirukan suara kucing, Heechul menoleh ke Ryeowook. “Miauw?”, lalu pandangannya beralih ke Shindong yang tersenyum jahil.

“AISH!!! Jinjja! Neo nappeun namja!”. Heechul memukul-mukul Shindong.

 

………

Ryeowook masih sibuk main psp, tapi emang dasarnya Ryeowook bukan tipe yang suka main game, jadi jatuhnya dia malah bosan. PSP Kyuhyun sekarang tergeletak manis di meja riasnya Heechul. Sementara itu, Shindong sedang masak mie instan di dapur, dan Hyung tercinta sedang baca buku “Kuku Indah jadi milik anda”

“Hyung”, panggil Ryeowook malas. Heechul mendongak dari bukunya dan melihat Ryeowook yang duduk lemas di lantai.

“Wae?”

“Aku bosan”

“Main game sana”

“Game itu bosan”

“Hati-hati kalau kedengaran sama Kyuhyun, bisa ga dipinjamin lagi game”

“Aku tidak peduli. Sekarang aku sangat bosan, dan lagi malas melakukan sesuatu. Tapi,, aku juga tidak mau jadi malas Hyung. Aku mau senang-senang”

“Main sana sama Hamster”

“A..”, ucapan Ryeowook terputus.

Shindong masuk kamar membawa 3 mangkuk mie instan besar, untuk mereka bertiga pastinya.

“Wahh.. Kau baik sekali Dongie..”, puji Heechul senang. Ia cepat-cepat menyumpitkan mie ke dalam mulutnya. “Huwaaa.. Mashita!”, Heechul memberi dua jempolnya untuk Shindong. Yang dipuji tentu saja merasa senang. Ryeowook yang masih bosan akhirnya ikut makan mie instan.

 

………

Sudah hampir pukul 12.00 pm KST. Ryeowook dan Shindong masih setia mendekam di kamar Heechul.  Ryeowook menimang-nimang PSP Kyuhyun, matanya menatap Hamster, tangan satunya lagi memegang touch pen.lambat tapi pasti, sekarang badan Ryeowook membungkuk sejajar dengan tinggi kandang hamster berwarna ungun. Si Apes sedang tidur di rumah, dan Sial main di roda putar. Ryeowook memakai sarung tangan kalau mau pegang hamster, takut digigit katanya.

“Hyung, sepertinya Sial lapar”, tunjuk Ryeowook, Sial sedang megigit-gigit sarung tangan Ryeowook.

Akhirnya Heechul mengambil toples snack hamster, diambilnya sepotong biskuit hamster dan waktu disodorkan, Sial cepat-cepat menggigit dan makan.

“Omoo.. Keren banget”, Ryeowook takjub. Tapi saat Heechul baru memberi lagi biskuit hamster, biskuit itu langsung habis, begitu terus-menerus.

“Hyung,,, Sial rakus sekali!”

Dengan tenang Heechul menjawab, “Makannya itu bukan langsung ditelan Wookie, tapi disimpan di dalam mulut. Tuh lihat, mulutnya gembul bukan?”

Ryeowook memperhatikan lebih seksama, dan ternyata apa yang diucapkan Heechul Hyung memang benar. Shindong yang lagi memegang psp dan touch pen, mendekat ke Heechul.

“Hyung, kalau aku kasih ini bagaimana?”, tanya Shindong, tangannya menggoyang-goyangkan touch pen.

Heechul mengedikkan bahu. “Paling juga touch pennya yang rusak”

“Enggak. Pas dia lagi  gigit-gigit,ini langsung disodok ke tenggorokannya”

“YA!!! Yang  ada dia malah mati!”

“Lho? Bagus kan?”, kata Shindong polos. Bahu Heechul naik turun, ia benar-benar marah.

“KELUAR KAU!!”, Heechul mendorong paksa Shindong keluar dari kamar. Ryeowook yang lagi main hamster jadi kaget dan memandang kedua hyungnya penuh tanda tanya.

“Hyung, aku Cuma bercanda. Jebal, maafkan aku…”, Shindong berusaha menahan pintu yang hampir ditutup oleh Heechul.

“Andwae!! Kerjaanmu di sini Cuma gangguin hamsterku. Kemarin bawa kucing! Sekarang mau nyodok tenggorokannya!”

“Mianhae.. Na…”

BLAM!

Bunyi pintu ditutup kencang terdengar sampai pintu depan dorm, semua member yang sedang tidur di kamar masing-masing jadi keluar.

“Wae Dongie-ya?”, tanya Leeteuk.

“Diusir lagi?”, tanya Donghae tanpa rasa kasihan.

“Sepertinya iya…”, sahut Eunhyuk, hari ini dia numpang nginap di kamar Hankyung.

“Yang sabar ya.. Lagian salahmu sendiri, udah tau Heechul sifatnya gitu, masih aja berani jahil”, nasihat Hankyung kejam.

Lalu satu persatu member kembali tidur, sedangkan Shindong berdiri di depan pintu. Badannya membatu. “Tidak ada yang merasa kasihan padaku..hiks…hiks.. Lagian Heechul Hyung sih terlalu sensitif…”, terpaksa malam ini Shindong tidur di sofa.

Besoknya, Heechul tetap marah dan menempelkan foto Shindong yang dicoret dengan spidol merah dan di bawah fotonya ada tulisan “NO ENTRY!!!”. Poor Shindong ~….

 

FIN

Ottohke? Ini oneshoot kok, tapi author lebih suka buat cerita yang genrenya friendship, hehe

Komen jangan lupa. Gomawo *deep bow*

Advertisements

4 comments on “Nappeun Shindong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s