Karena Ku Sayang Kamu Part 4

Buat yang baru baca, Klik ini dulu biar ngerti yaa ^^

Part 1

Part 2

part 3

Sungmin POV

“Dia sudah bangun?”, tanya Appa. Aku sedang minum di dapur. Jam baru menunjukkan pukul 05.00 a.m KST

Aku mengangguk.

“Dia bilang tidak namanya siapa?”

“Cho Kyuhyun”

“Kamu sudah tanya tentang keluarganya?”

“Belum lah! Ini baru semalam appa!”, aku menggerutu kesal

Tiba-tiba Sungjin masuk, dia dongsaengku.

“Appa itu perlu dipukul Hyung! Rumah kita udah kayak panti asuhan saja”, Sungjin duduk di meja makan.

“Kalau dipukul, otaknya tambah konslet dongsaeng!”

“Hahahaha…!!”, Sungjin tertawa senang.

Appa mendelik kesal.

“Annyeonghaseyo…”, sebuah suara membuat kami serentak menoleh ke belakang.

Kyuhyun berjalan pelan-pelan. Mukanya masih pucat. Appa menarik kursi untuknya.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Sudah baikan Adjushi”

“Makanlah dulu, nanti baru minum obat”, aku memberinya semangkuk bubur lagi.

“Annyeonghaseyo, Lee Sungjin imnida. Adiknya Sungmin”, Sungjin menjabat tangan Kyuhyun dengan muka jahil. Aku terkikik geli. Sepertinya dia akan punya jadwal penuh buat beberapa hari ke depan.

“Cho Kyuhyun imnida”

Appa juga menjabat tangan Kyuhyun. “Lee donghae imnida”

“Jeongmal kamsahamnida adjushi”, Kyuhyun membungkuk dalam.

“Ah,, gwenchana. Jangan dipikirkan”, Appa menepuk-nepuk pundah Kyuhyun dan menyuruhnya segera makan.

Aku dan Sungjin berdiri serempak. Sungjin menatapku lalu matanya beralih ke Kyuhyun.

Aku mengedikkan bahu. “Terserah kau sajalah”

“Hyung! Kau sudah sehat hari ini?”

Mata Appa membulat lebar. Sungjin yang ditatap jadi takut.

“Ah,, appa. Aku ingin mengajak Hyung melihat-lihat rumah”, alasan Sungjin, niatnya untuk menjahili Kyuhyun terbongkar sudah.

Appa menggeleng kuat. “Kyuhyun masih sakit! Dia butuh istirahat”

“Sudah sana! Kamu mandi! Jam 7 udah masuk sekolah kan?!”

Aku berusaha menahan tawa, kasihan Sungjin.

“Appa”, panggilku. “Aku kerja hari ini. Pulangnya sore. Ada yang perlu aku beli?”

Tiba-tiba Omma masuk ke dapur dengan sekeranjang susu. Sepertinya Omma baru mengambil susu yang diantar.

“Ah, kamu sudah bangun rupanya?”

Kyuhyun berdiri dan membungkuk. “Anyyeonghashimnikka”

“Iye… iye…”, Omma mengelus rambut Kyuhyun. “makanlah dulu”

“Omma, Appa, aku pulang nya sore. Ada yang perlu aku beli enggak?”

“Tolong belikan Kyuhyun baju dan celana. Sepertinya baju dan celanamu tidak muat kalau dia yang pakai, Sungmin-ah”, jawab Omma.

Kyuhyun langsung berhenti makan. “Ah, tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkan kalian”

“Gwenchana. Kalau kamu sudah menginap di sini. Itu tandanya kita sudah jadi keluarga”, ucapku. Aku tersenyum tulus pada Kyuhyun. Sepertinya semua keluargaku juga setuju dengan pendapatku. Menambah satu orang dalam keluarga bukan ide yang buruk. Apalagi kalau adikku itu Kyuhyun.

……………….

Lagu baru Yesung sudah keluar.  Baru seminggu keluar tapi sudah terjual 300.000 kopi. Angka penjualan yang sangat memuaskan.

Hari ini Yesung tampil di Music Bank. Ia membawakan Lagu barunya. Because I Love You (karena Aku sayang kamu)

“Tumben kamu nonton acara ginian”, Raneul duduk di sebelah Hyeri.

Mata Hyeri tidak lepas dari layar kaca.

“Yesung Oppa?”, Raneul bertanya pada Hyeri, Hyeri menyuruhnya diam.

Keduanya terlarut dalam lagu. Lagu itu begitu dalam.

Artinya, isinya, dan juga nadanya…

……………

Kim Hyeri POV

“Ada orang baru di rumahmu?”, aku bertanya sekali lagi pada Sungmin lewat telepon.

“Ne…”

“Siapa? Sepupumu?”

“Bukan. Dia dipungut Appa di jalan”

“Ye? Lagi?”, aku berdiri dari duduk. Heran sama Calon Mertuaku satu itu!

Sungmin tertawa di seberang sana. “Kamu saja kaget, apalagi aku”

“Sabar ya Sungmin-ah”

Sungmin mendecak sebal. Lagi. “Buin,, udah dibilang juga kalau panggilan kita itu chagiya-Oppa”

Aku terkekeh. “Mianhae… Aku belum terbiasa”

“Biasain lah! Kan bentar lagi kita jadi nampyon-buin”

Aku yakin mukaku sudah merah.

“Oh iya, siapa namanya?”, aku berusaha mengalihkan obrolan.

“Kau ini…. Dasar….”

“Siapa namanya Oppa?”

Sepertinya Sungmin senang. “Oppa? Hehehe…”

Aku senyum-senyum sambil menelpon.

“Namanya….”

“DOKTER! Ada pasien yang lari! Tolong bantu kejar”. Aku mendengar banyak orang teriak-teriak.

“Mian chagi… Ada pasien yang kabur. Bye…”

KLIK

Telpon diputus. Aku menutup telponku. Dasar dokter jiwa!

…………..

“Kau bisa nyanyi Hyung?”, Sungjin takjub. Barusan Kyuhyun nyanyi lagu sambil main gitar. Sudah 3 bulan Kyuhyun numpang tinggal di rumah Sungmin.

Kyuhyun yang sedang duduk di kursi tersenyum senang.

“Suaramu lebih bagus dari Yesung Hyung”

“Yesung?”, kening Kyu mengerut.

“Hyung tidak tahu siapa dia?”, Sungjin cepat-cepat berlari ke kamarnya dan kembali dengan majalah di tangan.

“Pacarku sibuk muja-muja dia. Suaranya memang bagus. Cuma tingkahnya aneh!”

Kyuhyun mengambil majalah dan membacanya.

Because I Love You?

Kyuhyun merasa familiar dengan judul lagunya.

“Aku heran sama pacarku. Kenapa namja seperti dia harus dipuja-puja! Mana peliharaannya kura-kura! Sumpah! Ga ada pilihan lain apa?”

Kyuhyun masih membaca artikel di majalah tersebut.

“Aku akui lagunya emang bagus. Suaranya juga bagus. Tapi dia tidak tampan sama sekali”, Sungjin masih berceloteh.

“I..love…you..?”, gumam Kyuhyun.

“Ne?”, Sungjin menoleh ke Kyuhyun. “Ah,, itu lagu barunya”, ucap Sungjin saat melihat artikel majalah yang dibaca Kyuhyun. “Lagunya yang sekarang lebih bagus dan bermakna. Aku juga suka mendengarnya”

Kyuhyun mendengarkan Sungjin berbicara.

“Aku juga sudah download! Hyung mau dengar?”, Sungjin merogoh blackberrynya dan menyetel sebuah lagu.

Nafas Kyuhyun terasa terhenti. Lagu ini…. Lagu ini….

 

…………..

Pembuktian cinta itu sulit bila orang yang kau cintai tertutup hatinya

“Apa? Hyung mau ke konsernya?”, Sungjin kaget. Ia sekarang sedang di sekolah. Yeojachingu di sampingnya ikut menoleh.

“Ne.. Aku ingin melihatnya”. “Sekalian memastikan lagu itu”, ucap Kyu dalam hati.

“Aku boleh titip tiketnya Jinnie-ya?”

Sungjin menoleh ke pacarnya lalu menarik nafas dan menghembuskannya. “Baiklah. Kita pergi bertiga saja kalau begitu”

“Siapa Chagi?”, tanya yeojachingunya Sungjin setelah dia menyudahi pembicaraannya.

“Hyung angkatku”

“Terus? Tadi dia kenapa?”

Sungjin meregangkan tubuhnya yang pegal sehabis makan. “Dia fansny Yesung Hyung”

“Jinjja?!!”, mata yeojachingunya Sungjin membulat lebar.

“Ne…”, jawab Sungjin malas.

 

………………

Itu laguku. Aku tahu itu laguku. Tapi kenapa ada dengan artis itu?

Aku curiga dengan seseorang. Pasti dia! Pasti orang itu!

Tapi kenapa dipakai sekarang??!! Itu kan laguku!

TENG NONG TENG NONG….

“Siapa?”, tanyaku lewat intercom.

“Kiriman paket”

Aku buka pintu dan mengambil paket.

“Ne,,, kamsahamnida”, ucapku setelah tanda tangan.

Aku baca kertas di atasnya. “Lee donghae”. “Pasti resep-resep makanan”

KRIIIING…..KRIIIIIIING…..

“Yoboseyo?” Ne? Iye,, Kyuhyun imnida. Nuguseyo?”

“………….”

Aku mengangguk-angguk pelan. “Iye Sajangnim. Kamsahamnida”

Aku langsung memakai jaketku dan mengambil paket yang dikirim tadi. Orang suruhan Appa menyuruhku datang ke Hotel Rich Hilton.

 

…………

“OPPA! Saranghae.. OPPAAA”, teriakan gadis-gadis memenuhi lobi utama hotel Rich Hilton.

Yesung tersenyum dan melambaikan tangannya. Lalu musik dimulai.

Tepat saat itu Kyuhyun tiba di Hotel. Ia baru turun dari motor, saat mendengar teriakan ‘Yesung’.

Kyuhyun berlari menerobos kerumunan gadis-gadis dan berlari maju ke depan. Nafas Kyuhyun tercekat. Dia orangnya! Baru tadi dia bicara tentang pria ini.

  “Kan selalu ku nanti

            “Karena Ku sayang kamu….”

Kyuhyun tertunduk. Rasa sedih, kecewa, dan marah berkumpul menjadi satu.

“Anyyeonghaseyo!!!”, sapa Yesung.

“Anyyeong !!!”

“Kamsahamnida sudah datang ke sini”

Kyuhyun diam termangu. Suara ribut-ribut Yesung dan teriakan gadis-gadis tidak terdengar.

“Ada yang mau berdiri di sampingku dan menyanyikan lagu ini?!”

KYAAAAAA!!! Semua yeoja histeris.

“Tuan di sana!”

Kyuhyun mendongak. Ada yang menyenggol bahunya. Seorang yeoja menunjuk ke arah panggung. Kyuhyun ikut menoleh.

“Ya,, tuan yang tampan. Maukah anda menemaniku bernyanyi?”

KYAAAAAAAA,,yeoja-yeoja makin histeris saat Kyuhyun berdiri di atas panggung.

“sebelum kita nyanyi, bilang dulu dong namanya siapa! Kalian pasti juga penasaran kan??”

“ANIYA!!”, yeoja-yeoja itu kompak bilang tidak, tapi aneh, kepala mereka mengangguk-angguk

“Jadi? Tidak mau tahu nih namanya siapa?”

“ANIYA!!”, kepala mereka masih angguk-angguk.

Yesung terkekeh. “Tapi aku mau tahu. Ottohke? Kalian masih tidak mau tahu?”, yesung bertanya lagi.

“KAMI MAU!!!!”

“hahaha….”

Mic diarahkan ke Kyuhyun, kamera juga merekam Kyuhyun. Sementara itu ada sepasang mata melihat dari jauh.

“Cho …..Kyu…..hyun imnida”, kata Kyu pelan.

 

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s