Berdamai

Judulnya berdamai. Berdamai dengan siapa? Saya sekarang sedang berdamai dengan orang-orang yang saya benci, tidak suka dan sebagainya. Dimulai dari teman yang saya blokir. Saya tidak blokir lagi dan saya tambahkan jadi teman lagi di medsos. Lalu juga teman-teman yang saya jauhi, saya coba mengirimkan pesan untuk berteman lagi.

Saya lakukan ini agar hati tenang. Jujur, selama ini saya terlalu membuat susah diri sendiri. Dengan prinsip hidup yang bikin saya justru jadi susah. Jadi, supaya hidup saya tidak susah lagi, saya berusaha mencoba berdamai dengan semuanya. Dengan orang yang tidak saya suka, saya benci, saya jauhi dan sebagainya.

Selain itu, dalam agama Islam. Bermusuhan itu cuma boleh 3 hari. Tapi saya malah sudah 2 tahun. Mungkin saya yang terlambat dewasa. Terlambat menyadari semua prinsip yang saya bangun justru membuat susah.

Perubahan ini bukan karena kehendak sendiri. Setelah saya bertemu dengan teman lama yang datang ke Jogja karena ada dinas kerja. Saya bercerita banyak tentang semua hal. Masalah ini dan itu yang tidak bisa saya ceritakan detailnya. Jawaban dia sangat memuaskan. Dia teman yang mendengarkan cerita saya tanpa memotong. Mengangguk ketika saya sedang emosi. Lalu setelah saya agak reda, dia menepuk pundak sambil bilang “emosinya sudah reda?”

Banyak nasihat yang diberikan darinya. Ucapan pertama yang dia bilang adalah ‘berdamailah dengan yang kau anggap jadi masalah’. Alasannya logis. Masalah membuat saya jadi berpikir banyak. Berpikir tentang orang itu terus. Sehingga saya kurang fokus. Akhirnya saya memilih untuk berdamai. Agar saya tidak terlalu banyak pikiran. Agar saya bisa fokus pada tujuan saya.

Lalu dia juga meminta saya banyak berdzikir. Banyak tersenyum dan mengurangi kadar konsumsi medsos. Dia menyarankan untuk pelan-pelan karena perubahan itu butuh persiapan. Tidak bisa sehari langsung berubah.

Saya senang akhirnya bisa bertemu lagi dengannya dan mendapat banyak nasihat. Alhamdulillah saya akhirnya bisa berdamai dengan semua masa lalu. Mungkin perjuangan saya menjadi lebih baik sangat memerlukan waktu yang panjang. Tapi saya tidak akan menyerah. Demi saya sendiri dan demi orang tua saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s