Bonus No Other (Just Intermezzo)

 

Bonus

Malam hari di rumah keluarga Choi. Siwon sedang duduk di kursi kecil, belajar huruf-huruf. Appa sedang duduk di kursi sambil membaca majalah time.

“Wonnie, Eomma kebelakang dulu bikin susu buat Siwon ya sayang? Lanjutin lagi belajarnya”, Eomma mengelus kepala Siwon. Jari-jari kecil itu mengambil dan menaruh beberapa huruf.

“M”, ucap Siwon. “E!”. Appa yang sedang membaca diam-diam melirik Siwon. “Lrrl(R)”, kepala Siwon celingak-celinguk mencari huruf selanjutnya.

“A!”, Siwon berteriak senang dari bawah meja. Huruf-hurufannya ada yang jatuh di bawah meja. Appa cekikikan, tapi tetap mengawasi putra semata wayangnya itu.

“H!!”, Siwon muncul dari bawah meja sambil mengangkat huruf H tinggi-tinggi. Appa duduk di sebelah Siwon.

“Pintar. Anak appa pintar”

“Pintal?”, mata Siwon bersinar-sinar senang. Eomma datang membawa susu di dalam dot.

“Ini buat anak pintar! Hadiahnya susu coklat!”, Eomma memberi susu ke mulut Siwon. Laki-laki kecil itu langsung mengedot dengan lahap. Matanya yang besar itu menyipit kesenangan.

Choi Appa dan Choi Eomma tersenyum senang melihat anaknya sangat aktif.

“Sini! Duduk di pangkuan appa!”, Appa menepuk pahanya. Kebetulan sekali hari ini Appa memakai kain panjang karena kaki Appa yang sebelah kiri luka, jadi tidak boleh kena celana dulu.

Siwon berjalan pelan, kaki kecil itu akhirnya sampai di depan Appa. Kedua tangan Siwon bertumpu di paha.

BRUSST

Siwon terjerembab ke bawah. Kainnya robek!

“Hahaha!!!!!”, Eomma malah tertawa. Tawa Siwon juga bergema di ruangan santai . Appa yang kaget Cuma bisa senyum.

“hahaha!! Kainnya sobek”, tawa Eomma.

“Ya udah,, Siwon langsung bobo aja ya?”, kata Appa lalu menggendong Siwon ke kamarnya, bukan kamar orang tua tapi kamar khusus siwon.

Bocah kecil itu menatap Appa dan Eomma yang menyelimutinya dengan selimut bergambar mobil-mobilan.

“Jaljayo”, ucap Eomma dan Appa serempak lalu mencium kening Siwon.

 

 

Advertisements

No Other Part 2

Singkat cerita, keluarga Kim sudah 5 bulan tinggal di rumah baru. Dan hari ini keluarga Kim, keluarga Choi dan keluarga Choi akan pergi piknik bersama di danau.

Mereka semua sepakat untuk menyewa bis yang ada ruang makan, ruang tidur dan toilet di dalamnya. Ditambah lagi ada box kecil untuk 3 anak.

Hyeri , anak perempuan satu-satunya sedang terlelap di dalam box. Kyuhyun dan Siwon sedang bermain lego dan mobil-mobilan.

“Brumm..brummm”, Siwon menggerakkan mobil ambulance. Kyuhyun yang sedang main lego menatap Siwon Continue reading

Prolog-I love your smell

Cast : Shindong , Wookchan, Yuri, Minho, Onew, Sungmin, Donghae, Hyukjae

by Shim Eunkyung a.ka Lee dantae

“Denyut nadinya sedikit cepat dari yang tadi”

Raja Shindong mondar-mandir gelisah. “Aku ingin anak perempuan”, sambil menatap keempat anak laki-lakinya.

“LAHIR!!! Perempuan raja!”

Ketika kegembiraan datang dan Raja Shindong hampir mengutus pengawal untuk mengumumkan bahwa seorang putri terlah lahir…

“Oh Tidak…”, dayang istana pingsan.

Sayembara pun dilaksanakan demi menyembuhkan penyakit bau tak sedap Tuan Putri Yuri.

“Kemarin aku baru saja dapat buah dari Malaysia. Tapi sampai sekarang mulutku jadi tidak enak”

“Siapa saja bisa menyembuhkan Tuan Putri , maka ia akan ku nikahkan dengan putriku”

Sementara itu ada seorang pemuda miskin namun memiliki hidung yang sangat besar dan tajam terhadap bebauan.

“Aku akan menikah dengan Tuan Putri”

Tapi tidak selamanya perjalanan selalu mulus

“Gagal”

“Kau ingin membuatku mati hah?

“Ayo kita coba sekali lagi”

Ini adalah kisah dari negeri Ginseng maha karya Shim Eunkyung, hehe
Mau tau lanjutan kisahnya?
KOMEN! Kalo komennya ga sesuai yang saya prediksi, ff ini mati di laptop saja :p
 

Sad Sonata part 1

 

Cast : Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Kim Hyeri, Lee Raneul

Dia adalah dewi Aprodhite

 

AKU BERUMUR 14 TAHUN saat melihatnya. Tatkala di usia itu, orang-orang biasanya akan diperkenalkan dengan cinta. Tak ada bedanya denganku, cinta juga datang saat itu. Saat melihatnya pertama kali, bagai seorang buta yang baru pertama kali melihat dunia, atau bagai seorang musafir yang kehausan di padang pasir bertemu dengan sumber air. Itulah perasaanku, rasanya seperti pertama kali aku melihat surga. Perasaan yang menyenangkan saat setiap hari bisa melihatnya, meski tidak bisa mengobrol, tapi berada di sekitarnya membuat hatiku bahagia.

Hari-hariku dipenuhi dengan dirinya. Di saat senggang ataupun di saat aku tidak sengaja melewati kelasnya, selalu saja aku berusaha mengintip lewat jendela. Di adalah oksigenku, dia adalah sumber kehidupanku, aku akui aku telah jatuh cinta terlalu dalam. Kau tak akan bisa berpaling saat melihat matanya. Matanya yang indah itu selalu bercahaya saat berbicara denganmu,matanya yang akan sedikit menutup saat membaca, dan matanya yang melengkung sempurna saat tertawa. Ia tidak bangga dengan matanya itu,sepertinya ia sengaja menutupi keindahan itu dengan kacamata berbingkai hitam.

Aku memang masih kecil, masih terlalu dini untuk membedakan yang mana cinta atau suka. Tapi aku menyukai semua yang ada pada dirinya. Di mataku tidak ada wanita lain yang secantik dia. Dia adalah dewi aphroditeku. Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 4

Buat yang baru baca, Klik ini dulu biar ngerti yaa ^^

Part 1

Part 2

part 3

Sungmin POV

“Dia sudah bangun?”, tanya Appa. Aku sedang minum di dapur. Jam baru menunjukkan pukul 05.00 a.m KST

Aku mengangguk.

“Dia bilang tidak namanya siapa?”

“Cho Kyuhyun”

“Kamu sudah tanya tentang keluarganya?”

“Belum lah! Ini baru semalam appa!”, aku menggerutu kesal

Tiba-tiba Sungjin masuk, dia dongsaengku.

“Appa itu perlu dipukul Hyung! Rumah kita udah kayak panti asuhan saja”, Sungjin duduk di meja makan.

“Kalau dipukul, otaknya tambah konslet dongsaeng!”

“Hahahaha…!!”, Sungjin tertawa senang.

Appa mendelik kesal.

“Annyeonghaseyo…”, sebuah suara membuat kami serentak menoleh ke belakang.

Kyuhyun berjalan pelan-pelan. Mukanya masih pucat. Appa menarik kursi untuknya. Continue reading

Drabble : Secret Admirer being to boyfriend

Cho…kyu…hyun

Aku menghela nafas, nama itu sudah memenuhi bukuku. Aku membalik halaman, dan menulis nama itu lagi.

Tanganku menggores-gores kertas, menggambar hati yang besar, lalu menyelipkan namanya dan namaku.

Aku menghela nafas, mataku melihat gambar hati. Aku menggeleng kuat.

Dasar bodoh, mana mungkin dia menyukaimu Hyeri! Dia terlalu jauh untuk digapai.

Continue reading

Would you marry me?

Hyeri sedang belajar di kamar, kertas-kertas berserakan di lantai. Mukanya terlihat serius membaca soal dan menulis jawaban, lalu membolak-balik kertas mencari jawaban dari soal-soal tadi.

Sementara itu, di tempat parkir apartemen, Onew baru turun dari mobil. Pakaiannya hari ini santai sekali, kaos lengan panjang warna hitam dan  celana logo jeanz warna biru, tidak lupa kacamata dan masker untuk penyamaran. Kakinya melangkah menuju lift yang terhubung di tempat parkir. Continue reading

In My Dream


Cast : Leeteuk

Lee Han Ni

Aku anak yang tidak berguna. Benar-benar tidak berguna. Kerjaku Cuma bisa membuat Omma dan Appa khawatir. Aku merasa aku adalah anak yang gagal. Seharusnya aku tidak lahir di dunia ini. Kalau aku tidak lahir, orangtuaku tidak akan mengalami kesialan demi kesialan. Semua penderitaan itu tidak seharusnya mereka tanggung.

Aku harus pergi. Tidak boleh lagi menyusahkan mereka. Cukup sampai di sini saja, lalu selanjutnya aku akan hidup sendiri. Omma, Appa, Onnie, Oppa, dongsaeng, mainhae… aku pergi tanpa pamit dengan kalian. Terimakasih sudah menjadi keluargaku selama 20 tahun.

……….

Mataku memandang jijik dengan kondisi apartemen yang akan aku tempati. Tempat ini begitu kecil, berlumut dan berjamur. Aku membungkuk rendah saat mengantar pemilik apartemen keluar. Saat aku kembali ke dalam, pemandangan itu terlihat lagi.

“Semangat Lee! Kau pasti bisa! Ayo semangat!”, aku memberi semangat pada diriku sendiri, ku ambil sapu yang diberikan pemilik apartemen dan mulai membersihkan tempat yang nanti akan jadi istanaku ini.

……….

“Makan apa ya??”, aku sedang memilih makanan kaleng di toko serba ada. “Beras sudah, gula, garam, pisau, sendok, garpu, piring, gelas, sabun cuci, sabun mandi,frying pan, pot,,”, aku membaca ulang kertas-kertas di tanganku, lalu mencocokkannya dengan barang di troli. “Makan sarden saja kalau begitu”, ku ambil 5 kaleng sarden dan memasukkannya ke dalam troli. Hari ini aku berbelanja untuk kehidupanku yang baru. Kalau dulu aku selalu mengambil barang seenaknya dan memasukkannya di troli, tapi sekarang aku harus melihat harganya baru setelah itu menentukan apa akan membelinya atau tidak. Dulu aku selalu membeli sekotak coklat, sekaleng permen, dan berbungkus-bungkus snack, tapi sekarang ketiga hal itu harus ku hilangkan.

Aku sampai di kasir dan menaruh barang di tempatnya, Si tukang kasir mengitung belanjaanku. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan. Toko ini lumayan sepi, padahal barang-barangnya murah. Aku melihat jumlah di monitor. “Dua puluh ribu won?”. Aku kasih uang yang diminta, lalu keluar dari toko sambil mengangkat kantong belanja.

……….

Ada gadis yang masuk ke toko kami. Hal itu sangat aneh. Soalnya jarang sekali ada gadis yang masuk ke toko murah dan kusam seperti toko kami. Aku melihatnya memilih-milih barang, melihat harganya dan mencari yang termurah. “Wanita yang hemat”, begitulah kesan pertamaku terhadapnya.

Aku buru-buru berdiri di depan kasir, ku rapikan kemeja kusamku dan tersenyum ramah padanya. Tapi sepertinya dia tidak melihat, matanya langsung menunduk ke troli dan meletakkan barang-barang tersebut di depanku. Aku berusaha tenang sambil menghitung belanjaannya. Ternyata benar dugaanku, semua barang yang dibelinya hari ini adalah barang termurah. Aku sudah selesai menghitung dan menunjukkan jumlahnya pada gadis itu. Saat ia menyerahkan uang, tidak disengaja tangan kami bersentuhan. Jantungku berdegup kencang, tapi dia cuek sekali.

Saat dia pergi dengan kantong belanjaannya, aku tersenyum. Uang yang dia beri tadi akan aku jadikan jimat. Semoga nanti aku bisa bertemu lagi dengannya, wahai gadis hemat.

TBC

Love You

Bisakah waktu terulang lagi?

Kalau bisa, aku ingin mengulang waktuku

Saat aku masih kecil, saat aku bahagia

Saat penyakit ini belum datang padaku

Atau Bisakah waktu berhenti?

Aku tidak ingin sampai ke umur ini

Tidak ingin merasakan sakit yang tidak berkesudahan

Biarkan aku tetap di waktu kecil, Tuhan…

Continue reading