Kacamata Atau Kontak Lense

Author : Shim Eunkyung

Genre : Comedy

Cast : Heechul, Shindong, Ryeowook, Donghae, Sungmin

cerita ini gaje banget. Gaya bahasa kacau, mana pakai bahasa gaul dan singkatan-singkatan ala Indonesia tulen. Maaf ya kalau bacanya jadi kurang menyenangkan. Dan terimakasih buat reader yang mau meninggalkan komen…

“Hmmm”, Heechul mengucek-ngucek matanya yang terasa perih. Shindong dan ryeowook yang sedang ngobrol tentang masak apa besok langsung menatap Heechul.

“Waeyo Hyung?”,tanya Shindong.

Heechul menggeleng kepalanya, tapi bukan menggeleng yang artinya “tidak”, lebih ke pusing kepala.

“hyung sakit?”

Kepala Heechul mendongak ke atas lalu nunduk ke bawah. “Aish…”, Heechul memijit tengkuknya yang terasa pegal.

Shindong dan Ryeowook saling berpandangan.

“sepertinya aku perlu kacamata”

Mendadak duo angka 10 itu terdiam. Seorang Heechul memakai kacamata?

“Hahaha!” Shindong dan Ryeowook serempak tertawa. Heechul heran , apa yang lucu dari kalimatnya tadi?

“Kenapa? Ada yang salah?”

Ryeowook mengibas-ngibaskan tangannya. “Aniyo.. Hanya saja, kalau Hyung pakai kacamata, rasanya ga cocok aja. Hyung kan brutal..”

Shindong mengangguk setuju.

“Segitu brutalnya kah sampai ga cocok pakai kacamata?”, Heechul jadi ikut-ikutan mikir sosoknya yang memakai kacamata minus.

“Hyung… Mau pakai contactlens aja ga? Emang sih ngerawatnya susah, tapi lebih enak contactlens..Kalau pakai kacamata, hidung jadi capek dan ada bekasnya di dekat mata”

“belum lagi matanya nanti bisa kayak mata panda. Terus ada belang juga di kiri-kanan bekas bingkai kacamata”

“Lalu Hyung ga capek apa ? harus pakai kacamata tiap hari? Kacamata kan berat”

Mendengar sisi buruk dari kacamata, Heechul mengurungkan niat untuk hunting kacamat minus.

“terus kalian ada saran ga contactlens mana yang mutunya bagus?”

Shindong dan ryeowook bertopang dagu, berpikir merek-mereka mana yang terkenal.

“Bukan yang terkenal babo! Tapi yang mutunya bagus!”

“Entahlah.. Aku ga tau contactlens mana yang bagus”

Shindong juga mengangguk mengiyakan. Heechul mendesah kecewa. “Tapi butuhnya itu sekarang. Soalnya baca sms aja ga bisa, apalagi online.. Rasanya capek harus micing-micingin mata”, keluh Heechul.

“Eh,,, ngomong-ngomong Donghae kan???”

Ketiganya terdiam. lalu ketiganya tiba-tiba berlari ke kamar Donghae. Donghae yang lagi tidur-tiduran kaget setengah mati saat diserbu tiga temannya itu. Belum lagi heechul yang langsung mengobrak-abrik kamarnya dan laci-laci kosmetiknya. Continue reading

Advertisements

Prolog-I love your smell

Cast : Shindong , Wookchan, Yuri, Minho, Onew, Sungmin, Donghae, Hyukjae

by Shim Eunkyung a.ka Lee dantae

“Denyut nadinya sedikit cepat dari yang tadi”

Raja Shindong mondar-mandir gelisah. “Aku ingin anak perempuan”, sambil menatap keempat anak laki-lakinya.

“LAHIR!!! Perempuan raja!”

Ketika kegembiraan datang dan Raja Shindong hampir mengutus pengawal untuk mengumumkan bahwa seorang putri terlah lahir…

“Oh Tidak…”, dayang istana pingsan.

Sayembara pun dilaksanakan demi menyembuhkan penyakit bau tak sedap Tuan Putri Yuri.

“Kemarin aku baru saja dapat buah dari Malaysia. Tapi sampai sekarang mulutku jadi tidak enak”

“Siapa saja bisa menyembuhkan Tuan Putri , maka ia akan ku nikahkan dengan putriku”

Sementara itu ada seorang pemuda miskin namun memiliki hidung yang sangat besar dan tajam terhadap bebauan.

“Aku akan menikah dengan Tuan Putri”

Tapi tidak selamanya perjalanan selalu mulus

“Gagal”

“Kau ingin membuatku mati hah?

“Ayo kita coba sekali lagi”

Ini adalah kisah dari negeri Ginseng maha karya Shim Eunkyung, hehe
Mau tau lanjutan kisahnya?
KOMEN! Kalo komennya ga sesuai yang saya prediksi, ff ini mati di laptop saja :p
 

Karena Ku Sayang Kamu Part 4

Buat yang baru baca, Klik ini dulu biar ngerti yaa ^^

Part 1

Part 2

part 3

Sungmin POV

“Dia sudah bangun?”, tanya Appa. Aku sedang minum di dapur. Jam baru menunjukkan pukul 05.00 a.m KST

Aku mengangguk.

“Dia bilang tidak namanya siapa?”

“Cho Kyuhyun”

“Kamu sudah tanya tentang keluarganya?”

“Belum lah! Ini baru semalam appa!”, aku menggerutu kesal

Tiba-tiba Sungjin masuk, dia dongsaengku.

“Appa itu perlu dipukul Hyung! Rumah kita udah kayak panti asuhan saja”, Sungjin duduk di meja makan.

“Kalau dipukul, otaknya tambah konslet dongsaeng!”

“Hahahaha…!!”, Sungjin tertawa senang.

Appa mendelik kesal.

“Annyeonghaseyo…”, sebuah suara membuat kami serentak menoleh ke belakang.

Kyuhyun berjalan pelan-pelan. Mukanya masih pucat. Appa menarik kursi untuknya. Continue reading

You’re Our Angel, Sungmin

Cerita di FF ini fiksi belaka. Ini hanyalah imajinasi Author..

Sungmin POV

Kenapa sekarang situasinya ga enak gini? Aku tidak pernah membayangkan hubungan kita berdua akan sekacau ini. Kau tidak pernah main ke kamarku lagi.. Aku merasa, aku adalah sahabat yang sangat buruk. Bahkan terlalu buruk sampai membuatmu jauh dariku.

Ku ketuk lagi pintu kamarmu, sayup-sayup aku mendengar suara lagu dari laptopmu. Tapi sama seperti kemarin-kemarin. Kau Tidak pernah membuka pintu. Aku masih diam di depan pintu kamarmu, berharap kau akan membuka pintu. Meski dengan muka pucat sekalipun, aku ingin melihat kondisimu. Apa persahabatan kita hanya sebatas berbagi kebahagiaan? Aku ingin kau cerita padaku, cerita apa yang terjadi padamu.

Sekali lagi ku ketuk pintu kamarmu, tapi jawabannya masih sama. Pintu itu tidak membuka sedikitpun, bahkan panggilanku tidak kau jawab. Kenapa Kyuhyun-ah? Ada apa?

“Baiklah, ini yang terakhir. Kalau masih tidak dibuka, selamanya aku tidak akan pergi ke sini lagi”, ucapku dalam hati. Hana…Dul…Set..

TOK…TOK..TOK..

Aku menghitung angka dari  1 sampai 10. Tapi sampai hitungan terakhir, kau masih sama, diam membisu di dalam kamar.

“Oke.. Silahkan membusuk di dalam sana. Aku tidak pernah memaksa seseorang bercerita. Tapi, aku minta maaf. Di saat kau seperti ini aku tidak bisa diandalkan. Mianhe Kyunnie…”, kataku. Aku yakin kau mendengar ucapanku tadi Kyuhyun. Tapi kenapa tidak kau buka juga? Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 3

Ketika Cinta dihadapkan pada pilihan

Pilihan mana yang akan ku pilih

Membahagiakannya atau membahagiakan diriku?

 

Setelah mengantar Hyeri, Sungmin membawa mobinya menuju jalanan Seol.

Sungmin sengaja melajukan mobilnya lambat. Ia ingin menikmati pemandangan kota Seoul. Hatinya sangat senang. Rasanya semuanya bergerak seperti keinginannya.

Pertama kali melihat Hyeri, saat itu dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Kebetulan sekali waktu itu Sungmin jadi dokter jaga. Pertemuan pertama yang berlangsung tidak wajar.

Namun, lama-kelamaan, cinta itu tumbuh. Hyeri seakan jadi magnet bagi Sungmin untuk datang ke rumah sakit sesering mungkin. Diam-diam Sungmin sering memerhatikan Hyeri. Mata Hyeri yang kosong dan selalu menangis, badannya yang kurus. Awalnya Sungmin kira perasaan ini Cuma simpati biasa. Tapi ternyata hal itu diluar perkiraannya.

Sejak itulah Sungmin bertekad kalau ia akan menjadi penjaga Hyeri. Ia ingin membuat Hyeri sadar, bahwa dunia ini indah. Bahwa ada lelaki lain yang mencintainya. Lelaki yang bersedia berkorban untuknya.

…………….

Sungmin PoV

Aku baru saja masuk ke dalam rumah tapi tiba-tiba Appa datang dan menarikku ke dalam kamar. Aku melihat ada seorang pria asing tidur di atas tempat tidurku.

“Siapa dia?”

“Mollaseo. Appa lihat dia pingsan, jadi Appa bawa ke sini”, Appa menarik tanganku mendekat ke pria itu.

“Coba kau periksa dia. Tolong kasih dia makan, itu makanannya”, tunjuk Appa ke meja di sebelah tempat tidur. “Appa yakin dia belum makan”

“Tapi Appa….”, aku coba protes.

“Kasihanilah dia Sungmin-ah. Sepertinya dia tidak punya rumah”

“Tapi dia siapa?”

“Appa tidak tahu. Tapi kalau melihat dia, appa jadi ingat kamu. Sepertinya kalian seumuran”

Aku menunduk menatapnya. Wajahnya pucat. Sepertinya Appa benar, dia belum makan. Wajahnya sangat tirus, pipinya cekung, dan bibirnya gemetaran. Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 2


Saat kaki ini lelah mengikuti langkahmu

Aku akan pergi


2 TAHUN KEMUDIAN

 

Hyeri POV

“Whuwah…. makanannya mahal-mahal semua!” , aku meringis melihat daftar menu. Pria di depanku tersenyum.

“Pesan apa saja yang kamu suka chagi. Nanti aku yang bayar”

“Aniya! Kan janjinya aku yang traktir”

“Kali ini aku yang traktir”, paksanya.

Aku mengangguk saja. “Kalau begitu, Bulgogi satu, jus mangga satu”.

Aku menatap pria di depanku. Kemeja garis-garis biru muda semakin membuatnya tampan.

“Hhhmmm…Kamu mau apa Sungmin-ah?”

“Sama denganmu”, jawabnya sambil tersenyum.

Lalu waitress mencatat pesanan kami.

“Chagiya….”, panggil Sungmin.

“hem?”

“Kau ingat hari ini hari apa?”

Aku mengangguk pasti. “Tentu saja. 25 oktober kan? 2 bulan kita jadian”

Sungmin mengambil tangan kananku dan menggenggamnya. “ Aku mau minta sesuatu. Kamu mau menyanggupinya?”

Aku berpikir sebentar. “Apa dulu?”

“Kalau aku bilang, berarti kamu harus setuju buat menuhin permintaan aku”

“Ok! Apa permintaanmu?”

Sungmin menatap ku lembut. “Popo”

“Hah?”, aku yakin mukaku sudah merah.

“Hahaha…. Bercanda!”. Sungmin tertawa senang.

Aku merengut sebal. Kali ini Sungmin membelai wajahku. “Besok ikut aku ke rumah ya! Aku mau ngenalin kamu sama Omma dan Appa. Sama adikku juga”

“Heh?”

“Aku ingin mereka tahu kalau aku punya yeojachingu”, ucapan Sungmin membuatku bangga.

“Ne…”

Sungmin masih memandang wajahku.

“Waeyo?”

“Ani. Yang permintaan pertama tadi kapan bisanya?”

“Ya, Sungmin-ah!”

“Salah! Bukan Sungmin, tapi Chagiya…”

Aku rasa jantungku sudah tidak ada di tempatnya lagi. Aku butuh jantung baru!

“Panggil aku Chagiya..”, ucapnya.

“Aku tidak bisa. Aku malu..”

“Malu? Kenapa harus malu? Kan kita pernah pelukan”

“Awwkh!”.

Aku cubit tangan Sungmin kuat-kuat.

“Chagi,, kau kasar sekali”, ia meniup-niup tangannya yang kucubit.

Waitress datang membawa pesanan kami.

Lalu kami makan dengan tenang. Sesekali Sungmin Oppa  menyuapiku. Continue reading

Karena Ku Sayang Kamu Part 1

Kim Hyeri POV

“Aku mau putus aja sama Kyuhyun”, aku mengadu pada sahabatku Lee Raneul.

“Halah! Kamu mah Cuma ngomong aja mau putus, mau putus.. Tapi mana buktinya? Putus enggak, pacaran juga enggak jelas. Bingung aku sama kamu Hyeri”

Aku mendongak sebal. Dasar Raneul ! Mulutnya kasar abis!

“Habis, waktu mau bilang. Tiba-tiba aja Kyu berubah jadi perhatian, romantis”, aku berusaha membela diri.

Raneul mendecak sebal. “Ini nih penyakit Seorang Kim Hyeri! Tidak tegaan! Mudah banget buat maafin pacar tidak jelas mu itu!”

“Raneul!”, aku berteriak marah. “Cukup! Aku curhat sama kamu minta nasihat! Kenapa kamu malah buat aku kesal?”

“Loh? Salah ya aku ngomong begitu? Itu kan fakta Hyeri sayang”, Raneul menepuk pundakku, lalu tangannya meraih foto Kyuhyun di meja belajarku. “Ini nih! Namja plin-plan, tidak dewasa! Aneh deh aku sama kamu! Apa bagusnya coba? Mukanya tidak cakep. Cakepan Siwon”, Raneul mulai membanggakan pacarnya.

Aku tarik paksa photo Kyuhyun dari tangan Raneul. “Biarin! Muka tidak cakep, tapi suaranya cakep abis!”

Raneul berakting seperti mau muntah.

“Arrrgh!! Raneul-ah!! Cebol!”, aku pukul-pukul mukanya dengan bantal guling.

“YA! Kim Hyeri! Apa-apaan sih? Appo…”

Aku bangkit dari kasur dan meraih samsungnya raneul. “Yoboseyo… Siwon-ah? Bisa jemput ra….”

“Ya! Lee Raneul!”, aku berteriak. Raneul meraih samsungnya dan pergi keluar kamar sambil memeletkan lidah ke arahku.

Cih! Percuma dia kesini. Tidak membantuku sama sekali!

Aku duduk di meja belajar, tanganku membelai foto Kyuhyun yang sedang tersenyum.

“Kyu… Aku bingung. Kenapa kau terlalu misterius buatku?” Continue reading